PELAJAR HILANG DIGULUUNG OMBAK DITEMUKAN-Jasad Pelajar SMP Terombang-ambing di Laut

MERAPI-AMIN KUNTARI Proses evakuasi jenazah Bagas oleh tim gabungan.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Proses evakuasi jenazah Bagas oleh tim gabungan.

TEMON (MERAPI) –  Satu dari dua pelajar SMP asal Yogyakarta yang hilang ditelan ombak Pantai Mangrove Jembatan Api-Api (MJAA) di Dusun Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo yakni Bagas Irawan (15), ditemukan di Pantai Congot dalam kondisi meninggal dunia, Senin (19/3). Jenazah remaja warga Gedongan, Gedongkuning tersebut semula terlihat mengambang di tengah laut, sebelum kemudian berhasil dievakuasi petugas.
Seperti diberitakan, Bagas diketahui hilang ditelan ombak saat berusaha menyelamatkan temannya, Muhammad Amar Alfaribi (15), warga Darakan Barat, Kotagede yang tenggelam lantaran nekat mandi di Pantai MJAA, Sabtu (17/3). Saat itu, mereka sedang menghabiskan waktu liburan bersama 19 anak sebayanya dari beberapa kampung dalam satu wilayah tempat tinggal. Dalam musibah ini, baik Bagas maupun Amar hilang ditelan ombak.

Jenazah Bagas yang terombang-ambing di tengah laut pertamakali dilihat oleh nelayan Pantai Congot, Yunarto, sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu, ia sedang menebar jaring. Mendapati adanya sesosok mayat, Yunarto langsung melapor ke pihak terkait. Petugas gabungan kemudian turun tangan hingga berhasil mengevakuasi jenazah Bagas, satu jam kemudian.
Salah satu nelayan Pantai Congot, Bambang Sutrisno menyebutkan, jenazah Bagas ditemukan dengan kondisi tengkurap, tubuh telah menggelembung tapi belum pecah serta pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Bagas mengenakan kaos cokelat dan celana denim.
“Wajahnya sudah tidak bisa dikenali karena rusak,” katanya.
Petugas dan pihak keluarga sempat kesulitan dalam mengidentifikasi korban. Namun menurut Kapolsek Temon, Kompol Setyo Hery Purnomo, ada salah satu kerabat yang mengenali lewat pakaian yang dikenakan.
“Ia sempat melihat Bagas menggunakan kaos tersebut, sesaat sebelum pergi berwisata bersama rombongan,” terang AKP Hery.

Jenazah Bagas kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas DIY, Supriyono menyebut, pihaknya mengerahkan tiga jukung milik nelayan, SAR Satlinmas dan Basarnas dalam proses evakuasi.
“Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Wates sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.
Setelah ditemukannya jenazah Bagas, lanjut Supriyono, petugas melanjutkan pencarian remaja yang hilang lainnya, yakni Muhammad Amar Alfaribi. Pencarian difokuskan pada titik penemuan korban pertama, karena ada kemungkinan letaknya tidak berjauhan mengingat peristiwa naas ini terjadi bersamaan. Pihaknya berharap, segera ada titik cerah atas hilangnya Muhammad Amar di Pantai MJAA.
Sementara itu, ayah Bagas, Kardiyono (51) merasa terpukul dengan peristiwa tersebut. Terlebih, Bagas dikenal sebagai remaja yang sopan dan penurut.
“Tapi sebelum pergi memang menunjukkan sikap yang tidak biasa. Ia langsung pergi melesat ketika saya dan ibunya tidak mengizinkan pergi berwisata ke Pantai MJAA bersama teman-temannya,” pungkas Kardiyono. (Unt)

 

Read previous post:
ilustrasi
SIDANG KLITIH LEMPAR BATAKO- Penuntut Umum Yakin Terdakwa Pelakunya

  BANTUL (MERAPI) - Sidang aksi klitih dengan terdakwa AW (19), warga Druwo Sewon Bantul kembali digelar di Pengadilan Negeri

Close