Pedagang Diberi Sosialiasi, Persiapan Pembangunan Empat Pasar Tradisional

SUKOHARJO (MERAPI) – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo bersiap memberikan sosialisasi kepada pedagang di empat pasar tradisional. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program pembangunan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Minggu (18/3) mengatakan, sudah melakukan agenda persiapan pembangunan empat pasar tradisional salah satunya yakni sosialisi ke pedagang. Empat pasar tersebut Pasar Kepuh di Kecamatan Nguter, Pasar Purwo di Kecamatan Weru, Pasar Daleman di Kecamatan Baki dan Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban.

Total anggaran yang disiapkan melalui APBD 2018 sekitar Rp 5,016 miliar. Agenda sosialisasi pertama dari Pemkab Sukoharjo akan dilakukan terhadap pedagang di Pasar Daleman, Baki. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan pada Senin (19/3).

Sosialisasi serupa juga akan dilakukan petugas di tiga pasar tradisional lainnya yang direncanakan dibangun tahun ini. Para pedagang diharapkan bisa datang sendiri mendengarkan penjelasan resmi dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo.

“Sosialisasi dimaksudkan agar pedagang mengetahui secara resmi bahwa Pemkab Sukoharjo akan melakukan penataan dengan pembangunan pasar tradisional,” ujar Sutarmo.

Pada pelaksanaan nanti baik sebelum maupun saat pembangunan pasar tradisional para pedagang diharapkan menyesuaikan. Salah satunya berkaitan dengan pemindahan tempat sementara berdagang ke pasar darurat.

Selain itu juga setelah pasar jadi selesai dibangun maka akan dilakukan penempatan. Pedagang juga diberikan beban kewajiban berkaitan biaya yang harus dipenuhi salah satunya seperti retribusi.

Pemkab Sukoharjo berencana melakukan pembangunan mengingat kondisi bangunan sekarang sudah tidak layak. Selain itu juga sebagai bentuk perhatian Pemkab Sukoharjo kepada para pedagang kecil.

Sebelum dilakukan pelaksanaan pembangunan telah dilakukan perencanaan matang oleh Pemkab Sukoharjo. Seperti pembuatan DED dan persiapan anggaran pembangunan.

Persiapan lain tentang pelaksanaan pembangunan sekarang juga telah dilakukan salah satunya yakni berkaitan dengan lelang pembongkaran pasar lama dan pembangunan pasar darurat. Tahap selanjutnya baru akan dilakukan pembangunan lelang pembangunan pasar.

“Pasar tradisional dibangun untuk memberikan fasilitas layak pada pedagang dan pembeli,” lanjutnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo meminta kepada pedagang setelah pembangunan pasar selesai mereka wajib masuk ke dalam untuk berdagang. Sebab sudah disediakan kios dan los.

“Memang itu catatan kami. Dibeberapa pasar tradisional yang sudah selesai dibangun masiha da pedagang tidak mau berdagang di dalam dan memilih di luar. Maka dari itu di empat pasar tradisional yang akan dibangun sudah sejak awal kami berikan sosialisasi,” lanjutnya.

Sebelumnya Pemkab Sukoharjo sudah selesai melakukan pembangunan sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Ir Soekarno di Kecamatan Sukoharjo Kota, Pasar Jamu Nguter di Kecamatan Nguter, Pasar Mojolaban di Kecamatan Mojolaban, Pasar Tawangsari di Kecamatan Tawangsari, Pasar Tawangkuno di Kecamatan Weru dan Pasar Gawok di Kecamatan Baki.

“Untuk pasar tradisional kemungkinan yang belum akan dibangun yakni Pasar Kartasura karena disana ada kendala perjanjian kontrak pengelolaan dengan pihak ketiga baru selesai sekitar Tahun 2022 mendatang. Itu diselesaikan dulu baru bisa jadi kewenangan Pemkab Sukoharjo dan dibangun,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Sasar Sejumlah Lokasi, Penilaian Adipura 2018 Dilaksanakan

SUKOHARJO (MERAPI) - Penilaian Adipura 2018 mulai dilakukan tim penilai dengan mendatangi sejumlah lokasi di Sukoharjo. Pemkab Sukoharjo sudah melakukan

Close