Murid SD di Sleman ini Tertidur Lama dan Linglung Usai Makan Permen

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kompol Sugiarto saat mengintrogasi korban dan orangtuanya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kompol Sugiarto saat mengintrogasi korban dan orangtuanya.

KALASAN (MERAPI)- Usai makan permen, seorang murid SD, AT (6) warga Jambon Lor Sindumartani, Ngemplak, Sleman mendadak tertidur dalam jangka waktu lama dan linglung saat sadar, Rabu (14/3). Hingga Kamis (15/3), polisi belum memastikan kandungan permen itu, apakah mengandung narkoba atau zat lain. Sedangkan kondisi korban berangsur membaik.
Kemarin siang, korban sudah pulang ke rumahnya usai mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngemplak 1.
Ibu korban, Siti Marwiyah (41) menceritakan, peristiwa itu bermula saat anaknya jajan permen di sebuah warung pada Selasa sore (13/3) lalu usai mengaji di masjid. Sekembalinya dari masjid sekitar pukul 06.30, korban lantas makan nasi yang disediakan ibunya.
Saat itulah tiba-tiba korban minta izin kepada orangtuanya untuk tidur. Tanpa menaruh curiga, Marwiyah menuruti permintaan anaknya untuk tidur, karena korban sudah mulai memejamkan matanya.
“Sekitar pukul 21.00 WIB, anak saya muntah-muntah mengeluarkan semua makanan yang habis dikonsumsi,” ujar Marwiyah. Meski begitu Marwiyah belum curiga dengan gejala yang dialami anaknya, karena ia mengangap kejadian itu biasa.

Marwiyah baru curiga pada Rabu pagi saat ia membangunkan anaknya sekitar pukul 05.00 WIB untuk belajar. Namun anaknya tidak bisa bangun. Bahkan saat dimandikan dengan air dingin, korban tidak bisa bergerak sama sekali.
“Setiap pagi memang saya bangunkan untuk belajar, tapi saat itu dia hanya diam. Bahkan saat saya mandikan, dia tidak bergerak sama sekali. Setelah mandi dan saya pakaikan baju, dia tidak bergerak, hanya tidur,” ujar Marwiyah.
Sontak peristiwa itu membuat gelisah Marwiyah bersama suaminya M Hasan Mustofa. Keduanya langsung membawa korban ke Puskesmas Ngemplak 1 pukul 07.00 WIB. Setelah mendapatkan perawatan berupa oksigen, perlahan korban mulai sadar.

BACA JUGA:POLISI BELUM PASTIKAN KANDUNGANNYA-8 Murid SDN Jatis 2 Keracunan Permen

“Setelah diberi oksigen, anak saya secara perlahan mulai sadar. Tapi saat sadar, dia justru linglung,” katanya.
Perlahan-lahan, kondisi korban pun membaik hingga dibawa pulang ke rumahnya. Lebih lanjut Marwiyah, anaknya itu telah mengkonsumsi tiga bungkus permen, di mana setiap bungkus berisi tiga butir permen dengan berbagai rasa. “Teman-teman anak saya juga konsumsi permen itu tapi hanya satu bungkus dan tidak ada-apa,” kata Marwiyah.
Dia pun menduga anaknya tertidur tanpa bisa dibangunkan karena mengkonsumsi permen itu. “Saya tidak bisa menyimpulkan, tapi setelah saya tanyakan pada anak saya, ia terakhir jajan ya permen itu,” kata Marwiyah.
Kepala Puskesmas Ngemplak 1 Ernaning Septiastuti saat ditemui terpisah engan berkomentar soal permasalahan tersebut. Menurutnya kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
“Saya tidak mau berkomentar, semuanya sudak saya laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,” ucapnya singkat. Sedang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Nurulhayah mengatakan soal pengawasan makanan yang beredar merupakan kewenangan BPOM. Ia mengaku kesulitan untuk mengendalikan makanan yang beredar di pasaran terutama di warung-warung.

Untuk itu pihaknya mengimbau pada penjualan makanan supaya jangan asal ambil yang murah serta jangan tergiur dengan harga murah. “Kami kesulitan mengendalikan makanan di masyarakat, tapi kalau di sekolah kita selalu sosialisasikan, agar penjual makanan menjual makanan berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu Kapolsek Ngempak Kompol Sugiarto belum bisa menyimpulkan kandungan permen itu. Termasuk apakah mengandung narkoba atau tidak. Dia menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus itu.
“Saya tidak berani menyimpulkan apakah anak itu tertidur karena konsumsi permen atau tidak, semua masih kita selidiki. Tapi kondisi anak itu sekarang sudah sehat kembali,” ujarnya. Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Sugiatro mengimbau pada orangtua untuk mengawasai anak-anaknya saat jajan. “Orangtua harus selalu mengawasi anaknya, jangan jajan sembarangan, pastikan makanan yang dibeli itu sehat,” pungkasnya. Kasus keracunan bahan makanan yang menimpa murid SD belakangan marak di Yogya. Pada 14 Februari 2018 lalu, sebanyak 8 murid SD di Jetis, Yogya mengalami mual setelah mengonsumsi permen berbentuk binatang. Sedang pada 20 Februari 2018 lalu, seorang murid SD di Banguntapan, Bantul sempoyongan setelah mengonsumsi pil koplo jenis riklona. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Air Minum DAXU Sasar Hingga ke Desa

SLEMAN (MERAPI) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman terus berusaha mensosialisasikan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek DAXU

Close