LEMPAR BATAKO TEWASKAN KORBAN-Cah Klitih Dituntut 5 Tahun Penjara

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa cah klitih dikawal petugas usai menjalani persidangan di PN Bantul.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa cah klitih dikawal petugas usai menjalani persidangan di PN Bantul.

BANTUL (MERAPI)- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Titik Kiani SH menuntut terdakwa eksekutor klitih, AW (19) warga Druwo, Sewon, Bantul selama 5 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di PN Bantul, Senin (12/3). Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa sempat mengaku dianiaya dan diancam penyidik, membantah melempar batako hingga mencabut keterangannya di BAP.
Dalam persidangan dipimpin majelis hakim diketuai Agung Sulistiyono SH SSos MHum serta penasihat hukum Iwan Setiawan SH, Gunawan SH, Purwono SH dan Daniel Tatag SH, penuntut umum menjerat terdakwa dengan pasal 351 ayat 3 KUHP.
Terdakwa dituntut jaksa karena telah melakukan penganiayaan dengan melempar bongkahan batako hingga menewaskan Arif Nur Rohman (20) warga Dusun Mredo, Bangunharjo, Sewon. Atas tuntutan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa akan mengajukan pledoi pada sidang berikutnya.

Sesuai uraian tuntutan jaksa terungkap, sebelumnya korban bersama temannya keluar rumah untuk mencari makan di warung angkringan. Selesai makan, rombongan korban akhirnya berpisah. Korban bersama dua temannya mengendarai dua motor memutuskan balik ke rumah dengan melewati Jalan Sudimoro-Tembi pada Minggu 5 November 2017 pukul 02.30.
Selanjutnya rombongan korban dengan terdakwa bertemu di jalan. Saat itu rombongan terdakwa dan korban saling menantang untuk berkelahi. Kemudian terdakwa bersama temannya mencari batu dan berbalik arah mengejar korban.
Setelah tertangkap, terdakwa melempar batako mengenai dada korban. Akibatnya korban terjatuh dan pingsan. Usai melempar batako, terdakwa lari ke arah selatan. Korban lantas dibawa ke Puskesmas Sewon, tetapi tak tertolong.
Sementara terdakwa lainnya, Rco (15) yang masih berstatus anak diperiksa dalam sidang terpisah.

Dalam kesempatan tersebut penuntut umum diberi kesempatan hakim untuk memeriksa terdakwa. Dalam keteragannya terdakwa Rco menyangkal telah melakukan pengajaran dengan memboncengkan AW yang melempar batako ke arah korban.
Dalam sidang sebelumnya, di hadapan hakim, terdakwa AW membantah melemparkan batako hingga menewaskan korban Arif Nur Rohman (20) warga Dusun Mredo, Bangunharjo, Sewon. Dalam keterangannya, terdakwa berdalih saat kejadian dia tengah tidur di rumah temannya.
“Saya mencabut semua keterangan dalam BAP. Karena sebelum diperiksa, saya dipukuli dan disuruh untuk mengakui sehingga terpaksa saya lakukan,” ujar terdakwa. Keterangan itu kemudian sudha dibantah penyidik yang dihadirkan di persidangan. (C-5)

 

Read previous post:
Nominal Jaminan Pendidikan bagi Siswa KMS Dievaluasi

UMBULHARJO (MERAPI) - Nilai Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) untuk siswa SMA/SMK dari keluarga penerima Kartu Menuju Sejahtera (KMS) akan dikaji

Close