Partisipasi Masyarakat Diperlukan, APK Terpasang Segera Ditertibkan

SUKOHARJO (MERAPI) – Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dengan memberikan informasi atau laporan berkaitan dengan temuan alat peraga kampanye (APK) pemilu yang masih terpasang atau tercecer belum ditertibkan petugas gabungan. Hal tersebut sangat penting dan akan ditindaklanjuti petugas dengan melakukan pencopotan. Panwaskab bersama tim gabungan sudah melakukan penertiban disemua wilayah di Sukoharjo.

Anggota Panwaskab Sukoharjo Eko Budiyanto, Senin (12/3) mengatakan, hampir disemua wilayah di Sukoharjo sudah disisir petugas gabungan. Tim yang terlibat seperti dari Panwaskab, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam penyisiran tersebut tim gabungan juga melakukan penertiban berupa pencopotan APK. Sudah ada ratusan APK ditertibkan baik bentuknya berupa spanduk, baliho dan lainnya.

“Siapa tahu masih ada APK yang tercecer dibiarkan terpasang maka partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk memberikan informasi. Nanti setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti petugas gabungan,” ujar Eko Budiyanto.

APK yang dikhawatirkan tercecer dan masih terpasang kemungkinan berada di wilayah pinggiran atau di tengah perkampungan. Lokasi tersebut kemungkinan luput dari pengawasan petugas dari tim gabungan.

Sampai sekarang setelah beberapa hari penertiban Panwaskab Sukoharjo masih menemukan APK terpasang dan belum dilakukan penurunan. Khusus mengenai hal iti sudah dikoordinasikan Panwaskab Sukoharjo dengan pihak biro reklame. Koordinasi penting mengingat pemasangan APK dilakukan pada titik dan biro reklame resmi. Saat dipasang pihak pemasang juga mengajukan izin resmi dan membayar pajak atau retribusi sesuai ketentuan.

Meski begitu proses pemasangan reklame tersebut tetap tidak diperbolehkan sesuai aturan pemilu. Pihak pemasang atau biro reklame diminta melakukan pencopotan APK dalam waktu dekat.

Panwaskab Sukoharjo sudah memberikan peringatan secara resmi baik kepada pemasang APK atau pengelola atau pemilik biro reklame. Apabila tidak segera ditindaklanjuti maka akan dilakukan tindakan tegas oleh petugas dengan penertiban berupa pencopotan paksa APK.

“Masih ada APK terpasang pada sejumlah titik biro reklame resmi tapi jumlahnya tidak banyak. Sudah kami minta untuk diturunkan secepatnya. Apabila tidak maka akan ditindak tegas petugas dengan pencopotan paksa APK,” lanjutnya.

Komunikasi juga masih dilakukan Panwaskab Sukoharjo dengan pengurus partai politik (parpol) dan tim sukses pasangan calon peserta Pilgub Jawa Tengah. Hal itu dilakukan agar mereka tertib pada aturan dengan menertibkan sendiri APK yang masih terpasang.

Laporan dari tim sukses kepada Panwaskab Sukoharjo diketahui sudah dilakukan penertiban sendiri dengan mencopoti APK. Meski begitu karena jumlahnya terlalu banyak dikhawatirkan masih ada yang tercecer terpasang.

Ketua Panwaskab Sukoharjo Bambang Muryanto menambahkan, sejuah ini kesadaran dari parpol sangat baik. Sebab mereka setelah mendapatkan sosialisasi dari petugas langsung menindaklanjuti dengan penertiban sendiri APK. Pencopotan dilakukan secara bertahap oleh parpol dengan melibatkan pengurus sampai ditingkat kecamatan.

Meski begitu Panwaskab Sukoharjo masih mengkhawatirkan keberadaan APK yang terpasang. Sebab hal tersebut diluar kontrol pengurus parpol.

“Bisa saja pemasangan APK dilakukan oleh pihak lain seperti biro reklame atau orang bagian dari tim sukses yang titik pemasangannya tidak diketahui parpol atau tim sukses itu sendiri sehingga luput dari penertiban. Jadi perlu pemantauan bersama melibatkan masyarakat. Kalau masih ada temuan APK terpasang maka segera laporkan ke petugas,” ujarnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Perbanyak Pelatihan Kerja, Tekan Jumlah Pengangguran Usia Produktif

SUKOHARJO (MERAPI) - Upaya terus dilakukan demi menekan angka pengangguran khususnya pada usia produktif dengan memberikan bantuan dan pelatihan sampai

Close