GENTAYANGAN DI GUNUNGKIDUL-Pasutri Nyuri 35 Kali di 8 Kecamatan

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Polisi menunjukkan barang bukti haisl kejahatn pasutri yang mencuri di 35 lokasi.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Polisi menunjukkan barang bukti hasil kejahatn pasutri yang mencuri di 35 lokasi.

WONOSARI (MERAPI)- Pasangan suami isri AD (35) dan Ny EN (21)warga Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri dibekuk aparat Polres Gunungkidul setelah mencuri di 35 lokasi di 8 kecamatan di Gunungkidul, Kamis (8/3). Sasaran pencurian adalah uang dan barang milik pengusaha warung kelontong dan warung makan di Gunungkidil. Sebelum beraksi, mereka menyamar sebagai pembeli dan menunggu kelengahan korban.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady SH SIK kepada wartawan kemarin mengatakan, keduanya dibekuk di tempat persembunyiannya di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
“Mereka merupakan pasangan suami istri yang sudah melakukan pencurian di sejumlah tempat. Mereka telah menjalani proses hukum,” kata AKBP Ahmad Fuady. Dijelaskan, dari semua aksi pencurian yang dilakukan, modus operandinya hampir sama, yakni mengincar barang di sejumlah warung makan.

Menurut Ahmad Fuady, dalam setiap aksinya, kedua tersangka berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka sengaja datang ke Gunungkidul untuk melakukan pencurian. Keduanya lantas mendatangi warung makan dan kelontong dan berlagak sebagai pembeli. Sasarannya adalah warung yang hanya dijaga sendirian oleh pemiliknya. Begitu masuk warung, tersangka langsung memesan makanan atau minuman. Setelah pemilik warung membuatkan minuman di belakang, mereka mencari sasaran, baik barang atau pun uang. Begitu mendapat hasil kejahatan, mereka pun kabur.
“Kedua tersangka sudah lama kita target. Dalam waktu kurang dari satu bulan, mereka berhasil dibekuk,” imbuhnya.
Dijelaskan, proses penangkapan kedua tersangka tersebut berawal dari laporan korban Ny Diana Apriliano (25) pemilik warung makan di Kecamatan Tepus, Gunungkidul pada Jumat (2/3) lalu. Menurut korban, dia kehilangan dompet berisi uang kurang lebih Rp 1.000.000, sejumlah dagangan, surat-surat penting serta HP merek Lenovo setelah didatangi kedua pelaku.

Ternyata setelah dikembangkan, ada juga laporan sejumlah pemilik warung di Kecamatan Karangmojo yang mengaku kehilangan berbagai jenis dagangan, uang juga beberapa ponsel. Dari keterangan saksi, polisi akhirnya mendapat identitas motor pelaku. Dari sinilah mereka dibekuk di persembunyiannya.
Kepada polisi, kedua pelaku mengaku sudah beraksi 35 kali di 8 kecamatan. “Pasutri ini akan dijerat dengan pasal 362 dan 480 KUHP tentang pencurian dan pasal 480 tentang penadah hasil kejahatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan 4 tahun penjara,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SAMSUL LOLOS TES MEDIS – PSS Panggil Waluyo

SLEMAN (MERAPI) - Fans dan suporter PSS Sleman bernapas lega. Manajemen menepati janji untuk menambal lubang mengaga di tubuh tim,

Close