Harga Cabai dan Sayuran Naik

MERAPI-ISTIMEWA Ilustrasi: Cabai dan sayuran dijual di pasar.
MERAPI-ISTIMEWA
Ilustrasi: Cabai dan sayuran dijual di pasar.

SUKOHARJO (MERAPI) – Harga cabai mengalami kenaikan signifikan karena terpengaruh cuaca yang menyebabkan pasokan dari petani ke pedagang tersendat. Banyak cabai busuk sebelum dipanen dan tanaman cabai mati karena sering diguyur hujan. Kenaikan tertinggi dialami cabai rawit merah mencapai Rp 58 ribu – Rp 60 ribu perkilogram dari harga sebelumnya di bawah Rp 40 ribu perkilogram.

Pedagang di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Kota Ngatmi, Kamis (8/3) mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Penyebabnya karena pasokan dari petani tersendat. Pedagang menerima kiriman cabai dalam jumlah sedikit dan tidak seperti biasanya. Kalaupun ada stok cabai yang dimiliki terbatas dan kualitasnya belum tentu baik.

Pedagang di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo biasanya mendapatkan kiriman cabai dari petani disejumlah daerah seperti Tawangmangu, Karanganyar, Selo, Boyolali dan Wonosobo. Jumlah barang yang dikirim mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Apabila biasanya pedagang bisa mendapatkan lebih dari dua karung masing masing berisi 50 kilogram maka sekarang hanya dapat separuhnya saja.

“Harga cabai naik tinggi karena pengaruh cuaca sering hujan. Akibatnya banyak tanaman mati dan buah cabai busuk,” ujar Ngatmi.

Pedagang Pasar Kartasura Sutarno mengatakan, harga cabai masih dimungkinkan terus mengalami kenaikan. Sebab harga tersebut sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Apabila sering hujan dan banyak tanaman cabai mati maka secara otomatis menyebabkan harga terus naik.

Dampak dari kenaikan harga cabai dikeluhkan pedagang maupun pembeli. Sebab kenaikan dianggap sudah terlalu tinggi dan memberatkan. Bagi pedagang kenaikan harga menyebabkan modal yang harus dikeluarkan lebih besar dibanding biasanya. Selain itu pedagang juga mengalami penurunan pendapatan karena pembelian ikut menurun. Sedangkan dampak bagi masyarakat memberatkan karena harus membayar dengan uang lebih banyak saat membeli cabai.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai saja namun juga berbagai jenis sayuran. Kenaikan terjadi disebabkan karena faktor cuaca sering hujan dan menyebabkanb banyak tanaman dan cabai busuk.

Kebutuhan cabai dan berbagai jenis sayuran untuk pedagang di pasar tradisional disuplai oleh petani disejumlah daerah. Seperti petani dari Tawangmangu, Karanganyar dan Selo, Boyolali.

Data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo diketahui harga cabai merah besar biasa teropong Rp 20 ribu – 25 ribu perkilogram, cabai merah keriting Rp 35 ribu perkilogram – Rp 40 ribu perkilogram, cabai rawit merah Rp 55 ribu – Rp 60 ribu perkilogram, cabai rawit hijau Rp 30 ribu – Rp 35 ribu perkilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah Rp 24 ribu perkilogram dan bawang putih shing chung Rp 30 ribu perkilogram dan bawang putih kating Rp 40 ribu perkilogram. “Kenaikan harga akan ditekan dengan menambah atau memperbanyak stok cabai ke pedagang. Kiriman bisa diambilkan dengan meminta kiriman dari petani disejumlah daerah,” ujar Sutarmo.

Pedagang mengandalkan kiriman barang khususnya sayuran termasuk cabai dari petani disejumlah daerah. Pasokan dari petani lokal terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pedagang.

“Selain cabai harga sayuran juga naik rata rata Rp 1000 perikat. Penyebabnya sama karena cuaca sering hujan dan menyebabkan tanaman sayuran rusak dan mati,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
PEMAIN LAMA DIKUMPULKAN PEKAN DEPAN – Seleksi Pemain Lokal PSIM Diikuti 83 Peserta

YOGYA (MERAPI) - PSIM Yogya akhirnya mulai melakukan persiapan guna menghadapi kompetisi musim ini. Tim berjuluk Laskar Mataram ini menggelar

Close