Curi Uang Rp 5 Juta, Pepen Ditembak Polisi

 YOGYA (MERAPI)- Aksi pencurian tas berisi uang Rp 5 juta dan HP milik penjual gudeg di Jalan Laksda Adisucipto, Demangan, Gondokusuman, Yogya terungkap. Pelaku adalah seorang residivis, HP alias Pepen (21) warga Gudang, Sumberejo, Klaten. Pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan Tim II Resmob Progo Sakti dan Unit Resmob Polresta Kota Yogya yang meringkusnya, Selasa (6/3) malam.
Dari tangan pelaku, polisi menyita HP merk Oppo dan motor matik milik pelaku. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda DIY AKBP Rizky Ferdiansyah kepada wartawan, Rabu (7/3) mengatakan, pencurian terjadi pada 12 Februari silam. Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat itu korban Hj Samini (58) warga Pogolung Rejo Sinduadi, Mlati, Sleman, sedang jualan gudeg di Demangan, Gondokusuman.

Tas isi uang Rp 5 juta dan HP, diletakkan di sampingnya. Korban tidak menduga jika tas itu telah diincar oleh pelaku. Korban pun terus melayani pembeli. Saat itu pelaku berlagak memesan 35 bungkus gudeg. Saat korban melayani membungkuskan gudeg, pelaku memanfaatkannya dengan mencuri tas berisi uang dan HP. Di tengah korban membungkuskan gudeg, pelaku pamit membeli pulsa sebentar. Tanpa curiga, korban mempersilakan pelaku pergi. Padahal saat itu, pelaku sudah mendapat hasil kejahatannya dan bermaksud kabur.

“Setelah pelaku pergi, korban mengecek tasnya. Tapi sudah tidak ada. Korban lantas melapor ke polisi,” paparnya.
Berdasarkan laporan tersebut, Tim II Resmob Progo Sakti Polda DIY dan Tim 1 Resmob Polresta Yogya kemudian meminta keterangan saksi dan korban. Polisi pun berhasil mengidentifikasi ciri pelaku serta sepedamotornya. Setelah hampir sebulan melakukan penyelidikan, polisi mendapatkan informasi pelaku berada di dekat rumahnya di wilayah Klaten. Polisi segera bergerak ke lokasi itu. Namun saat hendak diringkus, pelaku melawan petugas. Polisi kemudian melepaskan timah panas ke kaki pelaku. Saat itulah dia baru menyerah.
Menurut AKBP Rizky, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sudah berulangkali beraksi, yakni di Kota Yogya dan Bantul. Modusnya pun sama, mengincar pedagang makanan.
“Pelaku merupakan residivis. Kasus ini masih dikembangkan jajaran Reskrim Polresta Yogya,” tandasnya.  (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-RIZA MARZUKI:Warga yang tidak menerima raskin menggeruduk Kantor Bupati Bantul.
PEMBAGIAN BERAS MISKIN DI BANTUL TAK TEPAT SASARAN-Difabel dan Lansia pun Ikut Demo

BANTUL (MERAPI)- Pembagian beras sejahtera (rastra) di Bantul masih belum merata dan tepat sasaram. Buktinya, ratusan warga bersama Paguyuban Dukuh

Close