RIBUAN PIL SAPI GAGAL DIEDARKAN-Mahasiswa Direkrut Jadi Pengedar Pil Koplo

MERAPI-AMIN KUNTARI AKP Ika Shanti menunjukkan barang bukti dan pelaku peredaran pil koplo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
AKP Ika Shanti menunjukkan barang bukti dan pelaku peredaran pil koplo.

SENTOLO (MERAPI) –Keresahan warga Sentolo, Kulonprogo akan maraknya peredaran pil koplo berakhir dengan penangkapan BS (26), warga Sabrang Kidul, Triwidadi, Pajangan, Bantul. Dia disebut sebagai pengedar yang selama ini meresahkan warga Sentolo. Bahkan, BS merekrut seorang mahasiswa, OA (22) untuk memasarkan pil koplo itu.
Dari pengungkapan kasus ini, ribuan pil koplo jenis Yarindo atau yang kerap disebut pil sapi milik tersangka berhasil diamankan sebelum diedarkan.
Kasat Res Narkoba Polres Kulonprogo, AKP Ika Shanti kepada wartawan, Senin (5/3) menuturkan, penangkapan BS bermula dari laporan warga yang merasa resah dengan peredaran obat terlarang di wilayah Sentolo. Dari hasil pengembangan, pihaknya kemudian mendapat info jika BS yang mengedarkannya. Akhir pekan lalu, pelaku pun dibekuk di kediamannya.
“Ia diduga mengedarkan obat daftar G tanpa izin,” tegas AKP Ika Shanti.
Dalam penangkapan itu, kata dia, petugas berhasil mengamankan 1.100 butir pil Yarindo yang dibungkus dalam plastik klip kecil, masing-masing berisi 10 butir pil Yarindo. Kepada petugas, BS mengaku mendapatkan obat tersebut melalui situs jual beli online.

“Obatnya dikirim dari Jawa Barat menggunakan jasa ekspedisi pengiriman barang jalur darat. BS sudah melakukan pembelian tiga kali,” imbuh AKP Ika Shanti.
Kasus peredaran obat terlarang ini tidak berhenti sampai di sini. Dari hasil pengembangan, pihak kepolisian berhasil mengamankan seorang tersangka lagi, yakni OA (22), tetangga BS yang masih berstatus mahasiswa. OA ditangkap karena kerap membeli obat terlarang dari BS. Bahkan OA direkrut untuk mambantu menjualkan pil koplo itu.
“Dalam penangkapan OA, kami mengamankan 14 buti pil Yarindo yang dikemas dalam plastik klip bening. OA ini juga pengedar, karena membeli obat dari BS untuk dijual kembali,” jelasnya.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 106 Ayat 1 UU RI Nomor 36 Tahum 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.  (Unt)

 

Read previous post:
LIGA ASBBY #2 – Panpel Belum Dapat Sponsor

SLEMAN (MERAPI) - Selesai menggelar kompetisi KU 10 tahun dan 12 tahun bertajuk "Liga Asprov DIY 2018" kini Asosiasi SSB

Close