HASIL EVALUASI KINERJA OPD BANTUL – Disbud Mendapat Kredit Terburuk

MERAPI-RIZA MARZUKI Penyerahan hasil evaluasi OPD.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Penyerahan hasil evaluasi OPD.

BANTUL (MERAPI) – Kinerja penerintah kecamatan di Bantul secara umum naik menjadi predikat A, dari sebelumnya yang hanya berpredikat BB (memuaskan). Predikat A yang berarti memuaskan itu belum juga dapat diraih oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di Bantul, yang seperti sebelumnya berpredikat BB. Demikian hasil evaluasi yang diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Hasil Evaluasi Kinerja OPD tahun 2017, Senin (5/3).

Dalam acara yang dilaksanakan di Kompleks Parasamya itu, ada beberapa kriteria yang disebutkan. Berdasarkan hal itu Pemerintah Kecamatan Sedayu berhasil mendapat predikat terbaik di antara kecamatan lain. Sedang Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul harus banyak berbenah memperbaiki posisinya di paling bawah.

Usai penyerahan hasil evaluasi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono mengakui adanya inkonsistensi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing lembaga dan OPD. Sehingga menurutnya hal inilah yang menyebabkan Pemkab Bantul mendapatkan nilai terendah se-DIY pada evaluasi kinerja triwulan keempat pada 2017. Pihaknya mencontohkan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan pada triwulan pertama baru dapat dilakukan pada triwulan berikutnya. “Yang kedua laporan fisik dan keuangan itu kalau provinsi masuk tanggal 5 tiap bulan, kita baru bisa masuk tanggal 10,” sebutnya.

Lebih lanjut Sekda yang akrab dipanggil Toni itu menyebut, belum masuknya laporan itu menyebabkan kredit negatif. Sehingga untuk memperbaiki hal ini pihaknya memutuskan agar laporan realisasi fisik dan keuangan wajib masuk paling lambat tanggal 4 tiap bulannya. Menurut Toni, banyak laporan belum masuk dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Hasil nilai evaluasi ini berpengaruh pada tunjangan kinerja lembaga. Evaluasi kinerja tahunan bagi OPD berdasarkan pada lima unsur penilaian. Kelima unsur penilaian ini meliputi perencanaan dengan bobot 25%, capaian 25%, pelaksanaan 25%, pelaporan 15%, dan evaluasi 10%. “Kalau nilainya jelek ya tunjungannya akan lebih rendah dibanding lembaga lain yang punya nilai lebih baik,” imbuhnya.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan kinerja Pemkab Bantul yang masih menduduki posisi terendah juga disebabkan oleh penyerapan anggaran yang belum maksimal. Sehingga pihaknya menginstruksikan agar seluruh OPD dan lembaga untuk menyusun matriks dan perencanaan yang baik di awal tahun. Menurutnya dengan evaluasi tersebut ada beberapa rekomendasi dan langkah yang harus dilakukan oleh Pemkab Bantul. Langkah-langkah tersebut salah satunya percepatan penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP), pelaksanaan kegiatan sesuai target fisik dan keuangan yang telah tercantum dalam RUP, penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) harus tepat waktu. “Kita juga harus memperhatikan mutu dan sasaran program. Ditambah lagi harus memperhatikan periode pengadaan barang dan jasa,” sebutnya.

Lebih lanjut, Suharsono menekankan periodisasi pengadaan barang dan jasa harus ada percepatan. Targetnya seluruh proses lelang pengadaan barang dan jasa harus sudah selesai pada akhir Maret ini. Terlebih untuk proyek-proyek konstruksi. Bagi Suharsono evaluasi kinerja tahunan ini untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien, akuntabel, dan transparan. Sehingga dengab evaluasi ini kinerja Pemkab dapat terukur. “Jadi tidak hanya pada penyerapan anggarannya, tapi juga pada mutu programnya yang terukur,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
MERAPI-JAROT SARWOSAMBODO Polisi mengevakuasi jasad Ratimin dan Lilik usai keduanya ditemukan tewas di kamar.
DUA MAYAT DITEMUKAN DI KAMAR-Suami Gantung Diri Usai Bunuh Istri

PURWOREJO (MERAPI)-  Pasangan suami istri Ratimin (45) dan Lilik (38) warga RT 02 RW 03 Dusun Sucen, Semawung, Purworejo ditemukan

Close