Kulonprogo Tawarkan Insentif bagi Investor

Ilustrasi Pemkab Kulonprogo
Ilustrasi Pemkab Kulonprogo

WATES (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menawarkan beragam insentif untuk menarik minat investor agar menanamkan modal mereka di wilayah itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan, Jumat (2/3), mengatakan, sejalan dengan pelaksanaan pembangunan bandar udara di daerah ini, pemkab berupaya mendorong pertumbuhan usaha-usaha baru di berbagai sektor.

“Untuk itu, kami menawarkan beragam insentif guna menarik minat investor agar menanamkan investasi mereka ke Kulonprogo, seperti tertuang pada Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal,” katanya.

Menurutnya, dalam mempromosikan berbagai kemudahan-kemudahan berinvestasi Kulonprogo, pemkab sangat progresif dan atraktif dalam menawarkan skema-skema insentif yang sangat bermanfaat untuk diberikan kepada investor. Selanjutnya, Agung mengatakan ke depan, Kulonprogo akan menjadi smart city, akan dilakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal, memangkas berbagai regulasi yang menghambat sehingga akan tercipta iklim investasi yang kondusif.

“Kami akan menjadikan Kulonprogo sebagai kabupaten yang bisa bersaing dengan kota/kabupaten yang lain di DIY,” paparnya dilansir Antara.

Saat ini, pemkab juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa jalan hang menghubungkan antara Bandara NYIA di Temon dengan Borobudur Jawa Tengah. Keberadaan infrastruktur dimafaatkan pelaku objek wisata di kawasan Bukit Menoreh untuk mengembangkan potensi lokal, guna menarik wisatawan.

“Daya tarik area pegunungan serta udara sejuk akan bisa menjadi nilai tambah untuk pengembangan usaha penginapan wisatawan,” katanya.

Selanjutnya, investasi di sektor pengembangan aerotropolis yang berada di luar bandara dan airport city yang berada di dalam kawasan bandara. Areal luar bandara akan dimanfaatkan untuk perdagangan barang dan jasa pendukung. Sementara dalam bandara akan dijadikan kawasan pendukung operasioanl bandara.

Kemudian, peluang investasi pembangunan pabrik di Kawasan Industri. Ada tiga kecamatan yang dibuka untuk sektor industri, yakni Temon, Sentolo, dan Nanggulan. Kawasan industri Sentolo telah dilengkapi dengan akses jalan yang memadai sehingga investor kelas menengah dan besar bisa mendirikan pabriknya di areal tersebut.

“Sejauh ini sudah ada sejumlah invetor dan pabrik yang beroperasi di kawasan itu,” ungkapnya.

Terakhir, lanjut Agung, Pemkab Kulonprogo akan mengupayakan peningkatan pelayanan kualitas publik agar sejalan dengan keberadaan bandara bertaraf internasional itu. Peningkatan ini meliputi kualitas SDM dan sarana prasaran yang sudah ada.

“Kami membuka investasi di bidang penyiapkan SDM berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulonprogo Saryanto mengatakan, sejauh ini sejumlah investor memang mulai berdatangan dan menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Kulonprogo. Calon investor yang datang juga cukup beragam dari berbagai bidang. Areal selatan dan areal utara Kulonprogo masih menjadi primadona utama yang menarik penanam modal baik asing maupun dalam negeri. (*)

Read previous post:
‘PASAL’ GELAR PENYULUHAN HUKUM DI SMP MATARAM – Bergaul itu Ada Tata Cara dan Batasannya

KASIHAN (MERAPI) - Organisasi masyarakat Paseduluran Sak Lawase (PaSaL) DIY bekerja sama dengan Polsek Kasihan dan Fakultas Hukum (FH) Universitas

Close