Tipu Tiket Murah, Oknum PNS Diadili

 

Terdakwa digiring ke sel tahanan setelah menjalani persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa digiring ke sel tahanan setelah menjalani persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Seorang oknum PNS di Nusa Tenggara Barat (NTB), Ny KEH (42) diseret ke muka persidangan PN Yogya, Kamis (1/2) sore. Terdakwa yang merupakan residivis didakwa telah melakukan penipuan dan penggelapan uang jual beli tiket pesawat murah.

Dalam perkara ini, jaksa Ririn Setyorini SH mengungkapkan, terdakwa pada Desember 2016 sampai Juni 2017 menawarkan promo tiket pesawat murah. Saat itu, pada Desember 2016, saksi korban Muhammad Qadafi bermaksud berlibur ke Lombok dengan sarana pesawat terbang dari Yogyakarta bersama teman-temannya Ria dan Yunita. Sebelumnya saksi Ria mengetahui terdakwa I menjual tiket pesawat dengan harga murah karena sedang promo.

Sehingga saksi korban yang memperoleh nomor telepon menghubungi terdakwa menanyakan bagaimana terdakwa cara untuk mendapatkan tiket pesawat promo tersebut. Terdakwa menyatakan mendapatkan promo khusus untuk tahun 2017. Kemudian menjelang keberangkatan saksi Qadafi dan teman-temannya ke Lombok, terdakwa mengirimkan tiket dalam bentuk kode booking.

Selanjutnya untuk memastikan keaslian kode booking tersebut, saksi korban Qadafi mendatangi kantor Lion Air di Bandara Adisutjipto dan ternyata kode booking tersebut benar-benar asli. Saksi Qadafi dan teman-temannya lantas berangkat dari Yogyakarta ke Lombok dengan tiket promo yang dibeli dari terdakwa.

Setelah kembali dari Lombok saksi Qadafi mendapat pesan WA dari terdakwa diajak untuk menjadi reseller tiket promo. Saksi yang saat itu berada di Celeban Umbulharjo Kota Yogyakarta tertarik untuk membeli tiket promo kepada terdakwa untuk dijual kembali dengan mengambil sejumlah keuntungan. Padahal kenyataannya terdakwa telah membohongi dan menyesatkan Qadafi karena pada waktu itu sebenarnya tidak ada tiket pesawat yang dijual dengan harga promo.

Pelayanan atas penawaran tiket promo dari terdakwa tersebut semula berjalan dengan baik dan lancar. Semua berhasil diberangkatkan sehingga untuk selanjutnya tiap kali terdakwa menawarkan tiket pesawat promo saksi Qadafi selalu membeli hingga mentransfer uang Rp 502,9 juta. Dari uang itu terdakwa tak menggunakan untuk membeli tiket melainkan untuk memenuhi kepentingan pribadi sebesar Rp 397,5 juta.

Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 45 A ayat (1) UU RI No19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. (C-5)

 

Read previous post:
Bobol Salon Sepasang Kekasih Dihukum 13 Bulan

  YOGYA (MERAPI) - <P>Terbukti melakukan pencurian, sepasang kekasih terdakwa I Ade Aulia (28) dan kekasihnya terdakwa II Swesty (25)

Close