Masalah Sosial Kompleks, Penerima Bantuan Kurang Kasih Sayang

 Sainem terbaring tak berdaya di rumah reyotnya. (MERAPI-Abdul Alim)
Sainem terbaring tak berdaya di rumah reyotnya. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Warga lansia penerima bantuan sosial dari pemerintah tidak serta merta bisa memanfaatkannya. Sebagian kurang maksimal menikmati bantuan itu dan tanpa keluarga yang mendukungnya.

Situasi tersebut terungkap dalam kunjungan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Karanganyar ke dua lansia penerima bantuan sosial di Desa Buran, Tasikmadu, Kamis (1/3) sore. Di rumah warga Rt 04/Rw I Dusun Kranggan, Desa Buran, Sainem (85), organisasi istri polisi itu melihat kondisi wanita renta berkondisi memprihatinkan. Di rumah reyotnya, Sainem hanya bisa berbaring karena kakinya lumpuh. Lansia ini sebenarnya menerima rutin bantuan sembako dan peralatan mandi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar, beras rastra, dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Lantaran kondisi fisiknya lemah, ia tak bisa menikmati itu. Parahnya lagi, anaknya mengalami keterbatasan sehingga kurang mampu meneruskan bantuan pemerintah ke ibundanya itu.

“Anaknya mbah Sainem namanya Sukarsi. Dia itu enggak genep (kurang waras). Umurnya juga sudah tua. Mau merawat ibunya juga sulit. Pemerintah sekadar membantu mbah Sainem, tak sampai merawatnya sehari-hari. Ini yang jadi kendala,” kata Kades Buran marsies Yayuk Sri Rahayu di sela mendampingi kunjungan anggota Bhayangkari Polri di rumah Sainem.

Bhayangkari Polri membawa serta Babinsa Tasikmadu dan sejumlah peserta didik TK Kemala Bhayangkari Karanganyar. Sainem yang tak mampu bergerak, dibopong anggota Babinsa menuju halaman rumah untuk dimandikan dan diperiksa kesehatannya oleh Dokkes Polres Karanganyar. Hal semacam ini di luar kemampuan putrinya, Sukarsi.

“Mbah Sainem itu hanya sekali sepekan dimandikan. Itu pun oleh cucunya yang harus datang kemari. Saya sendiri kurang yakin Sukarsi bisa mengurus ibunya,” katanya.

Setelah mengunjungi Sainem, rombongan bergeser ke lansia selanjutnya, Sukinah (80). Wanita renta ini duduk di depan pintu kamarnya yang langsung menghadap jalan. Ia seharian sendirian menunggu putra dan menantunya pulang bekerja.

“Sukinah juga menerima bantuan reguler. Hanya saja kasihan. Pagi sampai malam tak ada yang menjaga. Putranya buruh, tukang batu. Dan menantunya buruh cuci. Semua keluar rumah bekerja sedangkan cucunya tidak tinggal di sini. Tak ada yang mengurusnya selama sendiri,” katanya.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Karanganyar, Emma Aprillya mengaku prihatin kondisi para manula yang kurang beruntung. Ternyata, tak semua merasa bahagia meski bantuan pemerintah lancar. Ia meminta keluarga lebih memperhatikannya.

“Maka dari itu sebagai pengobat rindu, kami membawa anak-anak TK Kemala Bhayangkari. Semoga menghibur. Juga mengenalkan jiwa sosial ke anak-anak bahwa lansia perlu dikasihani dan disayangi,” katanya. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO AKP Rony Are Setia menunjukan barang bukti pedang yang digunakan oleh pelaku begal.
KORBAN DISABET PEDANG, MOTOR DIRAMPAS-Tak Punya Uang, Juru Parkir Jadi Begal

SLEMAN (MERAPI)-<P> Setelah sempat menjadi buron, duo begal motor yang beraksi di simpang empat Selokan Mataran Jalan Cangkringan diamankan Satreskrim

Close