TERGUGAT PT KAI TAK HADIR-Pedagang Pasar Kembang Kecewa

 

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Para pedagang Pasar Kembang memadati Pengadilan Negeri Yogya.
Para pedagang Pasar Kembang memadati Pengadilan Negeri Yogya. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Sebanyak 26 Pedagang Pasar Kembang (Sarkem) Kota Yogyakarta mengaku kecewa dengan ketidakhadiran tergugat PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke persidangan PN Yogya, Kamis (1/2).

Dalam persidangan perdana hanya dihadiri pihak penggugat, Pemkot Yogyakarta, Panitikismo dan Dinas Pasar Kota Yogyakarta. “Tergugat PT KAI tak memiliki itikad baik untuk menghadiri persidangan kali ini. Kami sangat kecewa sikap PT KAI ini,” ungkap Kepala Departemen Advokasi LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli SH selaku kuasa hukum penggugat kepada wartawan usai persidangan.

Dari mangkirnya PT KAI ini majelis hakim akan memanggil tergugat untuk hadir di persidangan berikutnya pada 25 April 2018. Penundaan sidang selama sebulan lebih ini karena pengadilan harus memanggil tergugat PT KAI yang lokasinya berada di Bandung.

Dengan begitu pemanggilan membutuhkan waktu lama karena relas panggilan dari PN Yogyakarta akan didelegasikan ke PN Bandung sebelum disampaikan ke pihak tergugat. Sehingga untuk pemanggilan tersebut membutuhkan waktu cukup lama.

Gugatan pedagang Pasar Kembang dilakukan akibat penggusuran terhadap pedagang pada 5 Juli 2017 lalu. Selama ini pedagang menilai penggusuran yang dilakukan tak memiliki alasan kuat, salah satunya tak ada pemberitahuan sebelumnya. Para tergugat menganggap penggugat sebagai PKL yang sewaktu-waktu harus siap direlokasi.

Padahal dalam tata ruang Pemkot memasukkan wilayah itu sebagai pasar kelas empat. Selain itu pertimbangan lain penggusuran yakni alasan kemacetan. Untuk itu dalam gugatannya, para pedagang Pasar Kembang menuntut ganti rugi karena tak bisa berdagang selama 70 bulan dengan total ganti rugi Rp 101,2 miliar. (C-5)

 

Read previous post:
Portal Pengaman Tutup Jalan Kampung Mojo

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemasangan portal permanen sebagai pembatas rel kereta api dengan jalan kampung dikeluhkan warga dua kampung yakni Kampung

Close