PERUBAHAN SISTEM OFFLINE – Sejumlah Sudah Buka PPDB


SUKOHARJO (MERAPI) – Sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta kedapatan sudah membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun 2018/2019. Hal tersebut diketahui dalam proses pendaftaran di sekolah maupun pemasangan spanduk dan baliho disejumlah titik jalan. Langkah tersebut tidak dilarang karena adanya perubahan sistem. Meski begitu sekolah tetap diminta menaati aturan sebab PPDB baru secara resmi dibuka Juni- Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Kamis (1/3) mengatakan, memang benar sejumlah sekolah sudah membuka PPDB secara offline atau manual. Langkah tersebut dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Sekolah sudah memberikan pengumuman pada masyarakat dengan memasang reklame baik dalam bentuk spanduk maupun baliho.

Pemasangan reklame dilakukan sekolah disejumlah tempat seperti di perempatan strategis di pinggir jalan. Dengan cara tersebut diharapkan informasi PPDB bisa diketahui masyarakat.

Sekolah yang sudah membuka PPDB offline hampir merata mulai TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK negeri dan swasta. Bahkan apa yang dilakukan sekolah sudah sudah dipraktekan sejak beberapa tahun lalu dan sekarang dilaksanakan lagi.

“Memang sekolah sudah terbiasa seperti itu. Saat ada PPDB online saja dibeberapa sekolah sudah membuka penerimaan siswa duluan apalagi nanti tahun ajaran depan kemungkinan hanya menerapkan PPDB offline saja,” ujar Darno.

Saat masih diterapkan PPDB online pihak sekolah diberikan batasan untuk membuka PPDB offline. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran dan menghindari kasus sekolah saling berebut calon siswa baru. Sedangkan untuk tahun ajaran baru mendatang kemungkinan ada perubahan sistem hanya menerapkan PPDB offline. Hal itu menyesuaikan aturan baru dari pemerintah berkaitan dengan sistem rayonisasi.

“Sekarang masih dilakukan persiapan PPDB Tahun Ajaran 2018/2019 dengan sistem baru rayon. Persiapan salah satunya yakni sosialisasi pada sekolah dan masyarakat,” lanjutnya.

Darno menjelaskan aturan baru berkaitan dengan PPDB yakni Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB. Perubahan sistem PPDB online ke manual hanya akan diterapkan di SMP saja yang masih jadi kewenangan kami. Sebab SMA/SMK jadi kewenangan provinsi. Perubahan sistem dilakukan karena nilai Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi kriteria atau syarat utama.

Persiapan lain yang sudah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo yakni berkaitan dengan menghitung kebutuhan rombongan belajar (rombel). Data tersebut sangat penting untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di Sukoharjo.

Rombel nantinya akan didasarkan pada jumlah penduduk di sekitar sekolah. Penghitungan tersebut didasarkan pada Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017.

“Soal nilai UN itu juga segera diinformasikan ke sekolah dan termasuk masyarakat. Sebab nantinya pada pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2018/2019 terjadi perubahan aturan signifikan,” lanjutnya.

Selain perubahan online ke manual perubahan aturan mendasar dalam PPDB yakni berkaitan dengan syarat mendaftar ke sekolah. Sebab nantinya anak dengan alamat tempat tinggal dekat dengan sekolah akan lebih diprioritaskan.

“Mekanisme pendaftaran menggunakan sistem zonasi. Kuota terbanyak untuk anak di wilayah zonasi tersebut. Sedangkan hanya lima persen untuk di luar zonasi,” lanjutnya.

Zonasi dijelaskan Darno sekarang juga sedang dipersiapkan berkaitan dengan sekolah. Sebab perlu dipastikan dulu masing masing sekolah masuk zonasi mana.

Aturan zonasi akan memberikan dampak besar bagi sekolah baik negeri maupun swasta. Khusus untuk sekolah swasta mereka akan lebih diuntungkan karena mudah mendapatkan siswa baru. (Mam)

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa saat digiring ke sel tahanan usai divonis.
TERDAKWA PILIH DIPENJARA Penjual Miras Didenda Rp 30 Juta

BANTUL (MERAPI) - Seorang penjual minuman keras, Ibnu Nurdiyanto bin Rambat (21) warga Manding Sabdodadi Bantul dihukum denda Rp 30

Close