TERDAKWA PILIH DIPENJARA Penjual Miras Didenda Rp 30 Juta

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa saat digiring ke sel tahanan usai divonis.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa saat digiring ke sel tahanan usai divonis.

BANTUL (MERAPI) – Seorang penjual minuman keras, Ibnu Nurdiyanto bin Rambat (21) warga Manding Sabdodadi Bantul dihukum denda Rp 30 juta subsider 2 bulan kurungan dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di PN Bantul, Rabu (28/2). Karena tak punya uang sebanyak itu, terdakwa memilih untuk menjalani hukuman kurungan.
Terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar 34 ayat 1 dan pasal 21 ayat 4 Perda No 2 Tahun 2012 tentang pengawasan dan pengendalian miras di Kabupaten Bantul.
“Menyatakan terdakwa Ibnu Nurdiyanto terbukti bersalah dan meyakinkan telah menjual miras tanpa ada izin pihak berwenang. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan denda Rp 30 juta dan apabila tak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan,” ujar hakim tunggal Zaenal Arifin SH di sela-sela sidang.

Atas putusan tersebut terdakwa yang tak memiliki pekerjaan tetap memilih untuk tak membayar denda. “Saya tak punya uang sehingga lebih baik menjalani hukuman daripada harus membayar,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, terdakwa sendiri tertangkap tangan telah berjualan miras di rumahnya. Dari informasi masyarakat, petugas melakukan penggrebekan dan ditemukan ratusan botol miras siap edar.
Awalnya terdakwa mengakui miras tersebut bukan miliknya. Namun sejumlah saksi mengatakan jika dia memang penjual miras. Barang bukti yang disita terdiri dari 78 Anggur Merah, 36 Anggur Kolesom dan 17 bir. <B>(C-5)<P>

 

Read previous post:
Klaim Tagihan RS Jogja Membengkak, BPJS: Kami Bayar Bertahap, Mohon Sabar

UMBULHARJO (MERAPI) - Operasional dan pelayanan kepada pasien di rumah sakit milik Pemkot Yogyakarta, yakni RS Jogja, terancam terganggu. Pasalnya

Close