Ribut Sertifikat, Ayah Gugat Anak Kandung

BANTUL (MERAPI) – Seorang pensiunan Polri, Radiyono (71) warga Kampung Glagah UH/124 Warungboto Umbulharjo Yogyakarta menggugat anak kandungnya Ria (38) seorang PNS Pemkot Yogyakarta warga Jati Wonokromo Pleret Bantul ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (26/2). Gugatan diajukan setelah Ria tak mengembalikan sertifikat tanah yang dipinjam dari ayahnya itu. Padahal semula, tergugat mengaku sertifikat hanya akan digunakan untuk membayar PBB.
“Kami mengajukan gugatan dan ingin sertifikat penggugat dikembalikan,” ujar Drs Agus Kuncoro SH, kuasa hukum penggugat kepada wartawan di sela-sela persidangan.
Diketahui, selama ini penggugat sebagai pemilik sebidang tanah seluas 236 m2 dan luas bangunan 175 m2 dengan sertifikat hak milik (SHM) atas nama penggugat di Kampung Glagah. Tanah tersebut dibeli penggugat saat masih aktif sebagai anggota Polri.

Dikatakan Agus, selanjutnya pada Februari 2017 tergugat datang di Kampung Glagah untuk meminjam SHM. Bila urusan telah selesai, tergugat berjanji sertifikat akan segera dikembalikan. Namun setelah ditunggu selama 1 tahun hingga gugatan ini diajukan ke pengadilan, tergugat tak juga mengembalikan sertifikat.
Saat penggugat berusaha menghubungi, ujarnya, tak bisa karena tergugat berusaha untuk menghindar. Karena merasa khawatir dengan keberadaan sertifikatnya, penggugat melalui kuasa hukumnya pada 6 Januari 2018 menanyakan langsung kepada tergugat. Saat itu sertifikat diakui telah diamankan tanpa memberikan alasan apapun.
Selang 5 hari kemudian tergugat datang ke rumah penggugat memberitahukan kalau sertifikat tak ada padanya. Setelah itu penggugat datang ke BPN Kota Yogyakarta. Saat itu diketahui ternyata sertifikat telah diblokir. “Perbuatan tergugat pun dinilai sebagai perbuatan melawan hukum yang merugikan penggugat,” jelas Agus.

Sementara tergugat melalui kuasa hukumnya, Dr Achiel Suyanto S SH MH MBA, Diana Eko Widyastuti SE SH, Werdi Hapsari Murti SH, Muhammad Saleh Gasin SH dan Sandy Dewantara Santoso SH berharap perkara ini dapat diselesaikan melalui jalur mediasi. Karena sengketa yang terjadi masih di lingkungan keluarga sehingga dapat selesai dengan jalan damai. Karena sampai saat ini tergugat tak menguasai sertifikat yang dimaksud. (C-5)

Read previous post:
Bupati Sidak Posko Kesehatan di Nguter

SUKOHARJO (MERAPI) - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lima posko kesehatan di wilayah Kecamatan Nguter. Bupati

Close