ALAS LITERASI BANJARHARJO – Hidupkan Dolanan Lawas untuk Media Belajar

MERAPI-RIZA MARZUKI Penyerahan donasi buku secara simbolis dari Lions Club Malioboro Centenial kepada Wakil Bupati Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Penyerahan donasi buku secara simbolis dari Lions Club Malioboro Centenial kepada Wakil Bupati Bantul.

DLINGO (MERAPI) – Telepon pintar atau gadget kini tengah digandrungi di kalangan siswa sekolah dasar. Kemudahaan mendapat dan bermain aplikasi permainan atau game membuat anak-anak sulit dipisahkan dengan teknologi tersebut. Hal ini tentu membuat permainan-permainan tradisional mulai tersisih. Alas Literasi Banjarharjo meluncurkan Kelas Dolanan sebagai upaya melestarikan dan kembali memasyarakatkan dolanan tradisional sebagai media belajar yang menyenangkan bagi anak. Peluncuran kelas ini dilakukan dalam Sosialisasi Literasi bersama Pemkab Bantul dan Lions Club Malioboro Centenial, Minggu (25/2).

Salah seorang pengelola Alas Literasi, Bayu Andrianto mengatakan kelas dolanan ini secara rutin akan dibuka hari Rabu setiap pekannya. Dengan mengajak puluhan anak di sekitar lokasi yang berada di Desa Muntuk Dlingo, Dia berharap permainan ini bisa kembali digandrungi anak-anak. Dalam kesempatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih itu lima puluh anak usia SD diajak untuk bermain kelereng, lompat tali dan beberapa permainan tradisional lain. “Kita pengen anak-anak ini punya waktu beberapa jam tanpa gadget dan bermain ala dulu,” sebut Bayu.

Sementara dalam acara tersebut diserahkan pula donasi buku untuk pojok baca Alas Literasi Banjarharjo dari Lions Club Malioboro Centenial. Presiden Lions Club, Rinaldi mengatakan donasi ini merupakan bagian dari kegiatannya yang salah satunya bergerak dalam bidang literasi. Sebanyak 500 buku yang diserahkan tersebut berasal dari anggota Lions Club di seluruh DIY. Selain penyerahan itu, pihaknya berencana akan melakukan pendampingan dan bantuan secara berkelanjutan terhadap gerakan literasi di Bantul. “Memang tidak hanya di bidang literasi, tapi kami akan konsis untuk melakukan pendampingan dengan pemberdayaan masyarakatnya,” terang Rinaldi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Bantul, Agus Sulistiana dan Anggota Komisi A DPRD Bantul, Nur Laili Maharani. Dalam sambutannya, Kepala Dispusip Bantul, Agus Sulistiana memberikan apresiasi terhadap gerakan yang dilakukan oleh Lions Club Malioboro Centenial. Selain itu pihaknya juga menyambut baik langkah sejumlah komunitas literasi dan penerbit buku yang memberikan dukungan terhadap program-program literasi di wilayahnya. “Gerakan literasi masyarakat ini tidak mungkin akan dilakukan secara masiv jika hanya dilakukan oleh Pemkab saja, sehingga kerjasama dari stakeholder ini sangat kami apresiasi,” terangnya.

Agus menambahkan ikut sertanya Komunitas Literasi menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan tersebut. Komunitas literasi Mangir Rana Nusantara (MRN) yang di wakili oleh Ahmad Fikri dan Wawan Arif Rahmat sebagai pengurus selain memberikan donasi buku juga berencana untuk ikut mengembangkan sumber daya manusia sebagai pengelola pojok baca maupun pelaku gerakan literasi. Keduanya disebutkan Agus sudah seringkali bekerjasama dengan Dispusip untuk mendukung program pemerintah khususnya dalam gerakan literasi. “Gerakan-gerakan bersama ini yang akan kita lakukan agar literasi di Bantul ini mampu memajukan kehidupan bermasyarakatnya,” pungkas Agus. (C-1)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Bupati Sleman, Sri Purnomo ikut menyaksikan proses evakuasi korban Warsito dari Lereng Merapi.
EMPAT HARI HILANG DI KALIADEM-Warsito Ditemukan dalam Kondisi Sangat Lemah

CANGKRINGAN (MERAPI)- Setelah dilakukan pencarian selama 4 hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang pecinta alam yang hilang di Kaliadem,

Close