Sosialisasi Pemilu Sasar Pelajar dan Perempuan

Sosialisasi Pemilu kepada perempuan dan pemilih pemula. (MERAPI-Abdul Alim)
Sosialisasi Pemilu kepada perempuan dan pemilih pemula. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sikap apatis perlu dihindari pemilih pemula dan kaum hawa dalam menyikapi pemilu. Dua kalangan ini dinilai paling rentan memiliki sikap tersebut. “Edukasi terhadap perempuan dan pemilih pemula itu penting. Mereka berhak dan wajib perpartisipasi dalam penyelenggaraannya. Itu penting bagi pribadi maupun keberlangsungan pemerintahan ke depan,” kata Komisioner KPU Karanganyar Divisi Keuangan Umum dan Logistik, Triastuti Suryandari, Jumat (23/2).

Suara kaum perempuan dipastikan menentukan keberhasilan pemilu. Sebab, hampir separuh dari total perkiraan jumlah pemilih Pilkada serentak 2018 di Jawa Tengah sebanyak 28 juta orang adalah perempuan. Selama penyelengaraan pemilu di Karanganyar, partisipasi kaum perempuan relatif membaik namun belum ideal. Artinya, mereka cenderung memilih berdasarkan figur calon dan bukan secara rasional maupun pragmatis.

“KPU bersama narasumber lainnya dari Bawaslu, Pemda dan akademisi mengundang kaum ibu rumah tangga pada Rabu (21/2) kemarin untuk memaparkan apa itu pemilu. Bagaimana mereka yang memiliki hak pilih, memakainya secara ideal. Sosialisasi itu berkaitan pilkada serentak 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga diundang para pelajar yang merupakan representasi pemilih pemula. Apabila kurang teredukasi, dikhawatirkan memicu sikap acuh tak acuh kalanggan itu pada pesta demokrasi lima tahunan. Disampaikan, terdapat lima macam orientasi memilih pada pemilu. Pertama, pemilih ideal atau rasional menakar kepantasan calon pada program kerjanya. Biasanya, kalangan ini cukup kritis menelusuri potensi calon dalam memperjuangkan daerah. Kedua, pemili pragmatis yang menginginkan kebutuhan pribadi terpenuhi oleh calon. Ketiga, pemilih premordial atau emosional yang memilih asalkan mewakili identitasnya. Keempat, pemilih tradisional. Kelima, pemilih irasional.

Disampaikan kedua kalangan itu, terdapat dua kontestan Pilbup Karanganyar yakni pasangan nomor urut 1 Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih dan pasangan nomor urut 2 Juliyatmono-Rober Christanto.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Esye meminta seluruh pemilih bersikap cerdas. Politik uang maupun kampanye berunsur kebencian mutlak dihindari.

Sedangkan Kepala Kesbang Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan sosialiasi ke perempuan dan pelajar digelar sekali di masa kampanye Pilkada serentak. Undangan merupakan perwakilan dari komunitasnya.

“Diharapkan, ibu PKK dan anggota OSIS yang hadir di sosialisasi kemarin menularkan informasi ini. Sengaja memprioritaskan dua kalangan itu karena mereka sangat membutuhkan edukasi pemilu. Jangan sampai bersikap apatis karena kurang terdidik,” katanya. (Lim)

Read previous post:
MERAPI-DOKUMEN KELUARGA Balita Refina yang menggemaskan masih misterius keberadaannya.
Penculik Refina Terlacak di Tegal

TEGALREJO (MERAPI)-Hilangnya balita Refina Nadya Yuana (4) anak pasangan Suwandi dan Mei Suprapti warga Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman masih menjadi

Close