Penculik Refina Terlacak di Tegal

MERAPI-DOKUMEN KELUARGA Balita Refina yang menggemaskan masih misterius keberadaannya.
MERAPI-DOKUMEN KELUARGA
Balita Refina yang menggemaskan masih misterius keberadaannya.

TEGALREJO (MERAPI)-Hilangnya balita Refina Nadya Yuana (4) anak pasangan Suwandi dan Mei Suprapti warga Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman masih menjadi misteri hingga Kamis (22/2). Nomor HP pelaku penculikan, Suyono tidak dapat dihubungi. Namun posisi pelaku sempat terlacak di Tegal pada Selasa (20/2).
“Awalnya sempat terlacak di Kendal. Lalu Selasa (20/2) kemarin di Tegal. Tapi terus mati lagi HP-nya,” kata Kanit Reskrim Polsek Tegalrejo Yogya AKP Suwanto kepada wartawan kemarin.
Menurutnya, saat ini polisi masih terus berupaya mencari keberadaan Suyono dan Refina melalui sinyal HP pelaku. Selain itu, polisi juga tengah mendalai keterangan saksi untuk mencari tahu kemungkinan lokasi persembunyian pelaku.
Menurut Suwanto, korban dan pelaku sudah kenal dekat. “Bahkan pelaku menganggap korban adalah anaknya sendiri,” ujar Suwanto. Maka dari itu ibu korban tidak menaruh kecurigaan apapun saat pelaku mengajak korban membeli mainan pada 2 Februari lalu.

BACA JUGA:Penculik Balita Minta Tebusan Nikahi Ibu Korban

Dari keterangan saksi, kata Suwanto, pelaku sempat pulang ke kos-kosannya di Gamping bersama korban sebelum menghilang. Saat itu pelaku bahkan sempat menghubungi ibu korban dan mengatakan dia akan mengajak Refina jalan-jalan ke Bali selama 3 hari. Namun setelah 3 hari, pelaku tidak ada kabar. Handphonennya bahkan mati, tidak dapat dihubungi.
“Beberapa hari setelah pelaku dan korban menghilang, ada orang suruhan pelaku datang ke kos-kosan pelaku. Katanya mau ambil speaker aktif. Tapi tidak diizinkan oleh pemilik kos,” ujarnya. Sejak itu, kata dia, pelaku dan korban tak pernah terdengar kabarnya hingga kini.
Seperti diberitakan, balita Refina Nadya Yuana (4) anak pasangan suami istri Suwandi dan Mei Suprapti warga Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman diduga diculik oleh teman dekat ibunya, Suyono. Pelaku menuntut tebusan berupa menikah dengan ibu korban, jika anaknya ingin dipulangkan. Awalnya pada 2 Februari, pelaku mengajak korban beli mainan sepulang sekolah di wilayah Tegalrejo, Yogya. Ibunya yang sudah kenal dekat dengan pelaku tak curiga, sebelum akhirnya dia kabur membawa korban. Usai kabur, pelaku sempat meminta tebusan agar dia bisa menikahi ibu korban. Namun permintaan itu ditolak.  (Riz)

Read previous post:
SERI TERAKHIR IBL DI MALANG – Bima Perkasa Siap Habis-habisan

<B>MALANG (MERAPI) - Tim Pelatih dan pemain BPD DIY Bima Perkasa sudah mulai latihan di GOR Bima Sakti Malang sejak

Close