KOMPLOTAN ASAL LAMPUNG DIGULUNG-Pembobol ATM Nyamar Jadi Pegawai Bank

MERAPI-SUKRO RIYADI Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito (kiri) menggelandang para tersangka pengganjal ATM asal Lampung menuju Polres Bantul.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito (kiri) menggelandang para tersangka pengganjal ATM asal Lampung menuju Polres Bantul.

BANTUL (MERAPI)- Tim Buser Polres Bantul membongkar sindikat pembobol ATM dengan modus ganjal kartu ATM yang beraksi di wilayah Bantul. Tujuh orang yang berasal dari dua sindikat diamankan dari berbagai lokasi. Mereka beraksi dengan menyamar sebagai pegawai bank, lengkap dengan seragamnya.
Dalam kasus yang terjadi di gerai ATM Alfamart Dusun Nulis Kasihan Bantul, petugas menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Es (34) asal Metro Lampung, Ns (29) warga Batanghari Nuban Lampung Timur serta Rd (35) asal Sukadana Lampung Timur. Tidak hanya itu, petugas juga berhasil membongkar kasus serupa yang terjadi di Ringroad Selatan Tamantirto, Kasihan, Bantul dengan menetapkan empat tersangka. Dalam kasus itu petugas meringkus empat tersangka yakni Eg (40) asal Tangerang, As (33) asal Lampung, Am (42) asal Karangpadang Lampung serta Jm (43) asal Bandar Lampung. Sehingga secara keseluruhan ada tujuh tersangka sindikat ganjal ATM dibekuk petugas. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti tiga boks tusuk gigi, pisau cuter, potongan gergaji besi, sejumlah kartu ATM, baju dengan tulisan BRI, ID Card Bank BRI, Mandiri serta BCA.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK SH didampingi KBO Iptu Muji Suharjo SH kepada wartawan, Selasa (20/2) mengatakan, pelaku beraksi dengan mengganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi. Salah satu korbannya adalah Wayan Sari W. Awalnya dia masuk ke ATM di gerai Alfamart Kasihan, Bantul akan ambil uang, dan pelaku ikut pura-pura antre di belakang korban. Saat korban tidak bisa memasukkan ATM karena diganjal menggunakan tusuk gigi, pelaku yang menyamar dengan mengenakan seragam pegawai Bank BRI menyarankan untuk menekan cancel sambil memasukkan nomor PIN. Saat itulah dia menghapalkan PIN korban kemudian menguras isi rekeningnya. Akibat kejadian itu pelaku mengalami kerugian Rp 5.288.802.
Setelah mendapat laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan. Dari penyelidikan itu Tim Buser Polres Bantul dipimpin Ipda Supriyadi SH langsung melakukan pengejaran ke Malang tempat sindikat asal Lampung itu bersembunyi.
Dalam tempo singkat petugas berhasil tersangka di Malang.
Anggaito mengatakan selama ini komplotan ini sudah beraksi dalam dua tahun terakhir dengan sasaran lebih dari puluhan kali. “Tersangka kami bekuk di Malang ketika akan ‘kerja’. Petugas juga meringkus komplotan asal Lampung di Pacitan ketika akan menjalankan aksinya,” ujarnya. (Roy)

 

Read previous post:
PSS Kesulitan Cari Gelandang Berkualitas

SLEMAN (MERAPI) - Manajemen PSS Sleman harus bekerja keras mencari gelandang dan pemain sayap berpengalaman berkualitas. Pasalnya pemain level Liga

Close