Penculik Balita Minta Tebusan Nikahi Ibu Korban

MERAPI-SAMENTO SIHONO Rumah korban penculikan, Refina di Dusun Guyangan Nogotirto Gamping Sleman.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Rumah korban penculikan, Refina di Dusun Guyangan Nogotirto Gamping Sleman.

TEGALREJO (MERAPI)-Balita Refina Nadya Yuana (4) anak pasangan suami istri Wandi dan Mei Suprapti warga Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman diduga diculik oleh teman dekat ibunya, Sy (40). Pelaku menuntut tebusan berupa menikah dengan ibu korban, jika anaknya ingin dipulangkan. Hingga Selasa (20/2), polisi masih mencari keberadaan Refina.
Menurut keterangan, bocah berparas cantik ini hilang sejak Jumat (2/2) siang lalu. Sebelum hilang, pelaku menawarkan bantuan untuk menjemput korban di skeolah dan membelikan mainan. Karena sudah kenal dekat, tanpa curiga ibu korban mengiyakan tawaran pelaku. Namun, setelah menjemput korban, pelaku tak mengantarkannya ke rumah. Bahkan ditunggu hingga malam hari, korban tidak pulang juga. Keluarga korban kemudian melapor ke Polsek Tegalrejo Yogya sehari setelah kejadian, yakni Sabtu (3/2).
Kanit Reskrim Polsek Tegalrejo Yogya AKP Suwanto kepada wartawan kemarin membenarkan laporan itu. Dia mengatakan, pelaku dan ibu korban kenal dekat sejak setahun belakangan ini. Keduanya akrab karena pelaku merupakan langganan di warung ibu korban.
Dari kedekatan itu, pelaku pun naksir ibu korban. Puncaknya, pelaku meminta ibu korban menceraikan ayah korban, lalu menikah dengannya. “Namun ibu korban tidak mau. Meski demikian, hubungan mereka masih baik-baik saja” ujar Suwanto. Kemudian pada Jumat (2/2) lalu, saat pelaku menawarkan diri untuk menjemput korban, ibu korban pun tidak curiga sama sekali.
Masalah muncul setelah korban tak kunjung datang setelah dijemput pelaku. Keluarga korban kebingungan mencari korban. Saat dikontak ibu korban, pelaku bersikukuh tidak akan mengembalikan Rafina sebelum ibunya menceraikan suaminya.
“Pelaku sempat bilang: kamu ceraikan suamimu dulu. Nanti anakmu tak kembalikan, kita nikah. Tapi ibu korban tidak mau,” kata Suwanto.
Dikatakan, polisi telah melakukan berbagai upaya pencarian korban. Namun informasi tentang keberadaan korban dan pelaku sangat minim. Bahkan, keluarga dan teman dekat pelaku, tidak mengetahui keberadaan pelaku.
“Terakhir, korban terditeksi di Kendal, Jateng. Tapi terus hilang. Masih kami selidiki,” jelasnya. (Shn)

Read previous post:
73 Calon PPS Tak Hadiri Ujian Tulis

SLEMAN (MERAPI) - Sebanyak 73 calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Kabupaten Sleman, tidak hadir dalam seleksi tulis. Ujiannya

Close