Rasio Elektrifikasi di DIY, Kota Yogya Terendah Sleman Tertinggi

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai melakukan penandatangan kesepakatan bersama terkait pajak penerangan jalan dengan PLN area Yogyakarta. (MERAPI-TRI DARMIYATI )
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan PLN area Yogyakarta. (MERAPI-TRI DARMIYATI )

UMBULHARJO (MERAPI) – Rasio ketersambungan listrik atau elektrifikasi ke rumah tangga di Kota Yogyakarta cenderung rendah dibandingkan kabupaten lain di DIY. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Yogyakarta mencatat rasio elektrifikasi di Kota Yogyakarta hanya mencapai 69 persen dari total jumlah rumah tangga.

Manager PLN Area Yogyakarta, Eric Rossi Priyo Nugroho mengutarakan, dibandingkan kabupaten lain di DIY, rasio elektrifikasi di Kota Yogyakarta rendah. Rasio elektrifikasi di Sleman, lanjutnya, mencapai 99 persen, Bantul 98,7 persen, Kulonprogo 90 persen dan Gunungkidul 86 persen. Di Gunungkidul rendah karena ada rumah tangga belum tersambung listrik.

“Rasio elektrifikasi di Kota Yogya rendah bukan karena tidak ada rumah tangga yang tidak ada listriknya. Tapi karena pelanggan listrik lebih sedikit dibandingkan penggunaan listriknya. Dalam satu rumah berisi beberapa kepala keluarga yang langganan listrik hanya satu kepala keluarga,” terang Eric usai penandatangan kesepakatan bersama antara Pemkot Yogyakarta dan PT PLN Area Yogyakarta di Balaikota, Senin (19/2).

Dengan kondisi satu pelanggan listrik untuk beberapa rumah tangga, hal itu dinilainya akan mengurangi rasio elektrifikasi. Pihaknya tidak mempermasalahkan adanya satu meteran dipakai untuk beberapa rumah tangga dalam satu rumah, selama pemakaian sesuai. Namun pemakaian beberapa rumah tangga itu rawan pencurian listrik berupa mengganti MCB atau alat proteksi pembatas daya listrik. Misalnya langganan 450 watt dengan 2 ampere dan 900 watt dengan 4 ampere, tapi lalu diganti amperenya.

“Biasanya itu ditemukan saat pemantauan keliling pembacaan meteran. Tapi tidak banyak, hanya beberapa,” ujarnya.

Jumlah pelanggan listrik di Yogyakarrta mencapai sekitar 235 ribu. Jumlah itu termasuk rumah tangga dari wilayah Banguntapan Bantul dan Depok Sleman. Dia mengutarakan daya istrik untuk area DIY mencapai 940 megawatt, tapi yang digunakan baru 440 megawat. Sisa cadangan listrik yang ada mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk 20 bandara.

Untuk pajak penerangan jalan di Kota Yogyakarta PLN pada 2017 menyetor Rp 47,5 miliar. Tahun ini proyeksi pajak penerangan jalan sekitar Rp 49 miliar. Pemkot Yogyakarta sendiri tahun 2018 ini menargetkan penerimaan pajak penerangan jalan mencapai Rp 44,8 miliar.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan kerja sama dengan PLN itu merupakan awal untuk ketertiban administrasi pemungutan pajak penerangan jalan. Capaian pajak itu penting untuk membangun di daerah dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Capaian pajak juga menentukan kualitas pembangunan di daerah. Pemungutan pajak diupayakan transparan dan akuntabel. Meski rendah tapi di Yogya semua rumah tanga sudah teraliri listrik,” papar Haryadi. (Tri)

Read previous post:
ILUSTRASI
USAI BAYAR RP 8 JUTA, KORBAN DITELANTARKAN-10 Mahasiswa Tertipu Iklan Lowongan

BERBAH (MERAPI)-Sebanyak 11 orang pencari kerja, 10 di antaranya berstatus mahasiswa tertipu sebuah perusahaan jasa penyalur kerja, Q-Net yang memasang

Close