Kelangkaan Gas Diprediksi Masih Terjadi

TEMANGGUNG (MERAPI) – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram untuk Kabupaten Temanggung diprediksi masih akan terjadi pada 2018, karena antara pertumbuhan ekonomi dan target pertumbuhan ekonomi tidak sebanding.

Kelapa Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Temanggung Sunardi mengatakan ada peningkatan kuota gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram sebanyak 1,3 persen dari tahun 2017. Sehingga pada tahun 2018 kuota menjadi 20.350 metrik ton. “Jadi kira-kira pada tahun 2018 kuota gas elpiji bersubsidi sekitar 6,4 juta tabung,” kata Sunardi, Senin (19/2).

Dikatakan penambahan kuota gas elpiji bersubsidi tersebut karena ada peningkatan konsumsi pada 2017. Pemerintah perlu menambahnya agar tidak ada kelangkaan yang berdampak pada konsumen kesulitan mendapatkanya.

Hanya saja, terang dia, pertambahan kuota tidak sebanding target pertumbuhan ekonomi. Pertambahan kuota sebanyak 1,3 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi ditarget 5 – 7 persen. ” Jelas ini pada 2018 akan ada kelangkaan gas elpiji bersubsidi,” katanya.

Apalagi, lanjutnya ada peningkatan permintaan konsumsi gas elpiji bersubsidi, yang di Temanggung kini mencapai 2,5 hari pertabung atau 2 tabung lebih perminggu per kepala keluarga.

Dikemukakan untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg itu, pihaknya meminta pada golongan masyarakat mampu untuk menggunakan gas elpiji non subsidi. ” Kami juga akan memanfaatkan penambahan fakultatif guna mengurangi kelangkaan,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kodim 0718 Pati Beli Padi Petani

PATI ( MERAPI ) - Para Bintara pembina desa (Babinsa) Kodim 0718  Pati  akan membeli padi hasil panen  petani. Langkah

Close