2 Cah Klitih Terancam 12 Tahun Penjara

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kedua tersangka saat melakukan adegan rekontruksi pelemparan batu yang menewaskan korban Taufik.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kedua tersangka saat melakukan adegan rekontruksi pelemparan batu yang menewaskan korban Taufik.

GODEAN (MERAPI)-Dua cah klitih yang melemparkan batu hingga menewaskan Taufik Nurhidayat warga Sidoarum, Godean, Sleman, yakni AR (20) warga Gedongkiwo, Yogya dan AS (20) warga Gedongtengen, Yogya terancam hukuman berat.
Akibat perbuatanya tersebut, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP Jo 351 ayat 3 tentang penganiayaan dan pengeroyokan. “Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara. Sementara tersangka dan barang bukti kini diamankan di Polres Sleman,” ujar Kapolsek Godean Kompol Hery Suryanto di sela menggelar rekonstruksi kasus pelemparan batu itu, Kamis (15/2).
Kedua pelaku menjalani rekonstruksi di sejumah tempat, salah satunya di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean, Sleman. Kedua tersangka memperagakan reka ulang adegan selama tiga jam.
Rekonstruksi dimulai ketika pelaku mengambil batu yang berada di dekat Toko Bakpia 750 Jalan Wates Delingsari Ambarketawang, Gamping. Setelah itu, kedua pelaku bergerak ke arah barat Jalan Wates hingga ke perempatan lampu merah Sedayu Bantul.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru putih. Tiba di perempatan itu, kedua pelaku kemudian belok menuju Kemusuk Argomulyo Sedayu, Bantul, kemudian tersangka berhenti di dekat Museum Soeharto.
Tak lama kemudian, pelaku berangkat lagi menuju Dusun Puluhan Argomulyo, Sedayu. Mereka berpapasan dengan salah satu saksi bernama Fajar, dan tersangka terus mengendarai sepeda motor ke arah Dusun Sembuh Kidul Sidomulyo, Godean.
Sesampainya di Jalan Sembuh Wetan, kedua pelaku berpapasan dengan korban yang mengendarai mobil Sedan Toyota Camry H 7716 JC yang melaju dari arah utara. Saat papasan itu, wajah pelaku tersorot lampu hingga spontan melemparkkan batu yang mengarah ke kaca mobil korban. “Mereka emosi karena wajahnya tersorot lampu mobil korban hingga nekat melempar kacanya,” ujar Hery Suryanto. (Shn)

Read previous post:
Tupai Langka Dijadikan Satwa ‘Klangenan’

  TUPAI atau bajing mempunyai tampilan imut serta polah-tingkah lucu. Wajar jika tupai juga dapat dijadikan sebagai satwa ‘klangenan.’ Kandang-kandang

Close