LEMPAR BATU TEWASKAN KORBAN-Cah Klitih Emosi Wajahnya Tersorot Lampu

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kedua tersangka saat melakukan adegan rekontruksi pelemparan batu yang menewaskan korban Taufik.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kedua tersangka saat melakukan adegan rekontruksi pelemparan batu yang menewaskan korban Taufik.

GODEAN (MERAPI)- Aksi klitih yang menewaskan Taufik Nurhidayat warga Sidoarum, Godean, Sleman direkonstruksi aparat Polsek Godean, Kamis (15/2). Dalam reka ulang itu, kedua pelaku nekat melempar kaca mobil korban karena emosi wajahnya tersorot lampu mobil. Lemparan batu itu kemudian menewaskan Taufik.
Saat rekontruksi tersebut, tersangka melakukan 13 adegan.
“Tadinya kita siapkan 11 adegan, tapi ada tambahan jadi ada 13 adegan,” ujar Kapolsek Godean Kompol Hery Suryanto kepada wartawan, Kamis (15/2).
Rekonstruksi berlangsung di sejumah tempat, salah satunya di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean, Sleman. Awalnya kedua tersangka yakni AR (20) warga Gedongkiwo, Yogya dan AS (20) warga Gedongtengen, Yogya memperagakan reka ulang adegan selama tiga jam.
Rekonstruksi dimulai ketika pelaku mengambil batu yang berada di dekat Toko Bakpia 750 Jalan Wates Delingsari Ambarketawang, Gamping. Setelah itu, kedua pelaku bergerak ke arah barat Jalan Wates hingga ke perempatan lampu merah Sedayu Bantul.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru putih. Tiba di perempatan itu, kedua pelaku kemudian belok menuju Kemusuk Argomulyo Sedayu, Bantul, kemudian tersangka berhenti di dekat Museum Soeharto.
Tak lama kemudian, pelaku berangkat lagi menuju Dusun Puluhan Argomulyo, Sedayu. Mereka berpapasan dengan salah satu saksi bernama Fajar, dan tersangka terus mengendarai sepeda motor ke arah Dusun Sembuh Kidul Sidomulyo, Godean.

Sesampainya di Jalan Sembuh Wetan, kedua pelaku berpapasan dengan korban yang mengendarai mobil Sedan Toyota Camry H 7716 JC yang melaju dari arah utara. Saat papasan itu, wajah pelaku tersorot lampu hingga spontan melemparkkan batu yang mengarah ke kaca mobil korban.
Setelah aksi pelemparan, tersangka melanjutkan perjalanan ke arah utara, sedangkan korban kemudian berhenti karena kesakitan.
“Motif pelemparan itu karena tersangka emosi. Mereka merasa silau saat berpapasan dengan mobil korban. Pelempran itu tidak direncanakan, tersangka membawa batu hanya untuk berjaga-jaga,” kata Hery. Usai melemparkan batu, kedua pelaku kemudian kabur, sementara korban dibawa ke rumah sakit oleh warga.
Seperti diketahui pelemparan batu itu terjadi di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean, Kamis (4/1) lalu. Korban yang mengendarai Toyota Camry AB H 7716 JC melintas sekitar pukul 21.00 dan masih berada jauh dari rumahnya. lemparan batu pelaku mengenai kepala korban hingag dia luka berat. Korban tewas setelah seminggu dirawat di rumah sakit.
Menurut Hery, akibat perbuatanya tersebut, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP Jo 351 ayat 3 tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara. Sementara tersangka dan barang bukti kini diamankan di Polres Sleman. (Shn)

 

Read previous post:
PIALA WALIKOTA YOGYA 2018 – Bekuk UNY A, MAS Senior Pastikan Lolos

  YOGYA (MERAPI) -<P> MAS Senior memastikan diri lolos ke babak perempatfinal turnamen Piala Walikota Yogya 2018. Kepastian MAS Senior

Close