Seni Budaya Membaur dalam Perayaan Imlek

KARANGANYAR (HARIAN MERAPI) – Perayaan Imlek di Karangpandan tahun ini menyajikan harmonisasi multi budaya, keyakinan serta dinamika masyarakat lereng Gunung Lawu. Tradisi Tionghoa itu menjadi sarana menyalurkan potensi masyarakat setempat.

Berlokasi di Terminal Karangpandan, perayaan Imlek dipadati ribuan masyarakat setempat, Minggu (11/2) sore. Arak-arakan barongsai menyapa mereka dari ujung pasar sampai menuju lokasi acara. Di sepanjang rutenya, rombongan kesenian itu membagikan kue keranjang melalui tangan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Setiba di panggung, mereka disambut tari Bali oleh komunitas warga Pura Pasekan. Sekadar informasi, berbagai kalangan dari latar belakang berlainan tinggal di Karangpandan. Termasuk warga Hindu di pura Pasekan dan juga ada warga suku minang. Setelah kesenian dari Pulau Dewata itu tampil, dilanjutkan tari piring.

“Ini miniatur Republik Indonesia. Keragaman itu keunggulan kita yang diberikan Tuhan YME. Dengan keragaman yang kita miliki, marilah membangun persatuan dan kesatuan,” kata Bupati Juliyatmono.

Ia meyakini perayaan Imlek yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Karangpandan menjadi salah satu kekuatan pembangunan. Hal itu sangat dibutuhkan dalam menata gerbang wisata lereng Lawu. Melalui pembangunan Terminal mBangun Makuthoromo di pintu masuk kecamatan ini, seluruh potensi wisata, ekonomi dan budaya di lereng Lawu bakal lebih dioptimalkan.

Ketua Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Karangpandan, Harsanto mengatakan rangkaian kegiatan mengarah pada aksi sosial kemasyarakatan. Misalnya pembagian sembako ke warga kurang mampu, donasi ke panti sosial, pendampingan UMKM serta pemenuhan hak disabilitas. Ia mengaku hal itu berhasil membina kekompakan dan kepedulian antarsesama tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan.

“Setiap tahun, Imlek di Karangpandan selalu ditungu warga. Khususnya di kota kecamatan, perbedaan justru menjadi cara untuk saling mengenal dan mencintai budaya,” katanya.

Perayaan tersebut sempat terkendala hujan. Namun, warga tetap antusias menikmati berbagai sajian konser musik sampai berpungkas. Selama perayaan Imlek, hiasan bernuansa merah dan oriental terlihat sampai gang-gang kampung di Karangpandan, terutama seputar pasar induk. Tak jarang, warga berswafoto dengan latar belakang nuansa Imlek di perkampungan itu.

Kemeriahan perayaan Imlek pun sekarang semakin mudah untuk disebarkan ke teman maupun keluarga. Sebarkan hal-hal positif dan ucapan selamat Imlek ke orang-orang di sekitar, agar damai keberagaman selalu terasa.  (Lim)

Read previous post:
Perburuan Bonsai Berkualitas Masih Gayeng

BAGI hobiis tanaman bonsai, akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri jika mempunyai bonsai-bonsai berkualitas. Tingkat kelangkaan, umur sudah tua dan komposisi

Close