HINDARI KECURIGAN POLISI-Pengedar Pil Koplo Hanya Layani Pecandu yang Dikena

MERAPI-NOOR RIZKA Ds menunjukkan barang bukti camlet alprazolam yang disita petugas Satresnarkoba Polresta Yogya.
MERAPI-NOOR RIZKA
Ds menunjukkan barang bukti camlet alprazolam yang disita petugas Satresnarkoba Polresta Yogya.

TEGALREJO (MERAPI) –Polisi Satresnarkoba Polresta Yogya berhasil meringkus seorang pengedar pil koplo, Ds alias Nyomot (24) warga Karangwaru, Tegalrejo, Yogya. Dia mengaku kulakan pil koplo di Solo kemudian diedarkan di Yogya. Untuk mengelabui polisi, dia pun hanya melayani pecandu yang sudah dikenal.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkaan pecandu pil kolo, yakni Ah alias Babes (34) warga Blunyahrejo Tegalrejo. Kepada polisi, babes mengaku membeli pil koplo dari Nyomot.
“Kuat dugaan Ds adalah pengedar psikotropika camlet alprazolam. Tersangka Ah juga mengaku, mendapat psikotropika dari Ds,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Yogya Kompol Sugeng Riyadi kepada wartawan, Jumat (9/2).
Menurut Kompol Sugeng, Ds mendapat pil koplo jenis camlet alprazolam dari wilayah Solo. Selanjutnya obat terlarang itu diedarkan ke Yogya dengan harga Rp 200-250 ribu per papan.
Umumnya, Ds hanya melayani pembeli yang sudah dikenalnya. Transaksi jual beli dilakukan secara langsung atau <B>face to face<P>.
“Jika tidak kenal, susah menembus jaringan ini,” kata Kompol Sugeng.
Dikatakan, Ds diduga kuat sebagai penyuplai barang milik Ah. Pada saat digeledah polisi, ditemukan 40 butir camlet alprazolam dan uang tunai Rp 2 juta lebih. Uang tersebut, diyakini sebagai uang hasil penjualan camlet alprazolam.
Kepada penyidik, Ds mengaku belum lama mengedarkan pil tersebut. Awalnya ia hanya pengguna biasa. Ia meyakini, tubuhnya terasa fit dan rileks setelah minum pil itu. Lama-lama, beberapa teman titip beli kepada Ds, sehingga Ds memilih untuk menjual pil tersebut.
“Masih kami kembangkan untuk meringkus jaringan di atasnya,” pungkas Sugeng. (Riz)

 

Read previous post:
Walikota Segera Revisi Perwal Pembatasan Minimarket Waralaba 

UMBULHARJO (MERAPI) - Peraturan Walikota (Perwal) Nomor Nomor 79 tahun 2010 tentang Pembatasan Usaha Waralaba Minimarket di Kota Yogyakarta bakal

Close