-MODUS KEMPES BAN-Penjahat Gondhol Uang Rp 163 Juta

 GONDOKUSUMAN (MERAPI) –Penjahat spesialis nasabah bank berhasil membawa kabur uang Rp 163 juta milik PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Rabu (8/2) pukul 10.10 di seputaran Embung Langensari Gondokusuman Yogya. Pelaku diduga membuntuti mobil yang membawa uang itu, kemudian mengempesi bannya. Saat sopir memeriksa ban mobilnya, pelaku menggasak uang yang berada di jok depan.
Sopir yang membawa uang itu, Waluyo saat ditemui di Polsek Gondokusuman mengungkapkan, kemarin pagi ia mengantar karyawan Koperasi TWC untuk mengambil uang di sebuah bank di Jalan Cik Ditiro. Usai mengambil uang, ia menuju ke Jalan Langensari karena ada suatu urusan.
Namun, sesampainya di barat Embung Langensari, dua pengendara motor yang diduga pelaku, memepet mobil dan memberitahukan jika ban mobil kempes. Waluyo langsung menepikan mobil, tepatnya di sisi timur selatan embung.
“Setelah dicek, ban memang kempes. Lalu saya mengganti ban dan teman saya menunggu di belakang mobil untuk memberi aba-aba karena jalan ramai,” ujarnya.

Saat itu, Waluyo dan temannya tidak memiliki pikiran buruk apapun. Keduanya menduga, ban bocor adalah suatu kebetulan. Sehingga, tidak ada pengamanan ekstra terhadap uang ratusan juta yang baru saja diambil.
Tak berselang lama, Waluyo mendengar suara pintu mobil ditutup. Disusul seorang laki-laki tak dikenal membawa kabur tas isi uang ratusan juta rupiah yang baru saja diambil dari bank. Spontan, Waluyo dan temannya mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong. Tapi pelaku berhasil melarikan diri mengendarai motor.
“Kejadiannya sangat cepat. Tahu-tahu tas yang ada di dalam mobil sudah dicangklong pelaku. Kemudian pelaku kabur, kami tidak bisa mengejar karena ban mobil kempes,” tandasnya.
Kanit Reskrim Polsek Gondokusuman Iptu Bambang Dwi Mulyono membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut, diduga pelaku sudah membuntuti mobil yang dikemudikan oleh saksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika pelaku sengaja mengempeskan ban mobil untuk mempermudah aksinya.

Pasca kejadian, polisi langsung ke TKP untuk meminta keterangan saksi mata lainnya. Polisi juga langsung mengumpulkan bukti pendukung lainnya seperti rekaman CCTV untuk melacak pelaku.
“Diduga pelaku lebih dari satu orang. Masih kami dalami, termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar TKP dan bank,” ujarnya.
Sementara itu, penjual makanan di sekitar TKP, Atik mengatakan, tidak mengetahui saat pelaku beraksi, meski jarak mobil dan warungnya hanya beberapa meter saja. Ia mengetahui pencurian tersebut setelah saksi berteriak jambret.
Aksi pelaku terbilang nekat. Pasalnya, lokasi kejadian merupakan wilayah yang cukup ramai. Kendaraan lalu-lalang di sana. Berjarak 3 meter dari TKP juga terdapat warung yang pembelinya datang dan pergi. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
KEPALA KORBAN MEMBENTUR ASPAL-Jarik Nyangkut Jeruji, Nenek Tewas Jatuh dari Motor

WONOSARI (MERAPI)-Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi ibu-ibu yang gemar membonceng motor pakai jarik atau rok panjang. Di Gunungkidul, nenek

Close