NYAMAR ANAK KOS, PASUTRI NYOLONG-Suami Curi Mobil, Istri Gondhol Motor

MERAPI-SAMENTO SIHONO tersangka RC saat digelandang ke Mapolsek Depok Barat.
tersangka RC saat digelandang ke Mapolsek Depok Barat. MERAPI-SAMENTO SIHONO

DEPOK (MERAPI)-Sepasang suami istri, RC (27) dan CY (27) warga Tulungagung, Jawa Timur dibekuk aparat Polsek Depok Barat setelah mencuri motor dan mobil milik juragan kos di bilangan Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (7/2). Kedua pelaku beraksi dengan menyamar sebagai anak kos, kemudian berdalih meminjam dua kendaraan milik korban sebelum dibawa kabur.
Kepada polisi, kedua pelaku mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Kapolsek Depok Barat AKP Sukirin Hariyanto kepada wartawan kemarin mengatakan, aksi pencurian ini memang sudah direncanakan kedua pelaku. “Modusnya terbilang baru. Mereka memang mengincar sasaran rumah kos,” ujar Sukirin.
Dia mengatakan, awalnya pada Januari 2018 lalu, kedua pelaku mendatangi rumah kos milik korban di Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman.
“Modus pelaku yakni dengan berpura-pura mencari tempat kos,” beber Sukirin Hariyanto. Dikatakan, setelah terjadi kesepakatan, pelaku kemudian tinggal di rumah kos tersebut. Mereka lantas mulai mendekati pemilik kos dengan berlagak sok baik. Kebaikan pelaku itu membuat korban luluh dan percaya.

Pada malam hari sebelum kejadian, tersangka RC pura-pura meminjam mobil Honda Mobilio milik korban dan diakuianya untuk keperluan keluarga. Korban pun percaya begitu saja serta menyerahkan mobil tersebut. Dalam waktu hampir bersamaan, istrinya CY juga meminjam motor Honda Scoopy. Lagi-lagi korban tak menatuh curiga.
Korban baru sadar kebusukan pasutri ini setelah pelaku tidak bisa dihubungi keesokan harinya. Korban pun berinisiatif mengecek ke dalam kamar kosnya. Saat itu dia mendapati televisi yang merupakan fasilitas kos juga dibawa kabur oleh pelaku. Korban pun lantas melapor kepada polisi.
Menurut AKP Sukirin, polisi langsung melacak kedua pelaku berdasarkan posisi dua kendaraan itu. Akhirnya pada akhir pekan lalu, kedua pelaku terlacak berada di Ciputat, Tangerang. Polisi pun berhasil mengamankan keduanya. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku mobil korban sudah digadaikan senilai Rp 20 juta, sedangkan motor dijual seharga Rp 4 juta.

“Uangnya ini menurut tersangka digunakan untuk beli motor. Motor tersebut digunakan pelaku untuk bekerja sebagai tukang ojek di Tangerang,” kata Kompol Sukirin.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Irwan menambahkan, selain melakukan pencurian di Janti, kedua pelaku ini juga diketahui melakukan pengelapan motor Honda Vario di Nologaten. Modus yang digunakan yakni pura-pura tinggal di rumah kos dan mengakrabi pemilik kos.
“Modusnya sama. Setah akrab dengan pemilik kos, kemudian pelaku pinjam motor namun justru dibawa kabur. Sepeda motor dijual ke Solo semuanya,” tambah Irwan.
Kini, pihaknya masih berusaha mengorek keterangan pelaku dan mencari keberadaan mobil Honda Mobilio. Hingga kemarin, kedua tersangka masih mendekam di tahanan Mapolsek Depok Barat.
“Sang suami ini juga merupakan residivis dengan kasus pencurian. Keduanya dijerat dengan Pasan 362 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara,” jelasnya.
Sukirin mengimbau pada masyarakat terutama yang memiliki kos agar lebih berhati-hati dan waspada pada orang-orang baru. “Kami berharap masyarakat lebih waspada dan berhati-hati bila ada orang baru, jangan langsung percaya,” pungkasnya. (Shn)

 

Read previous post:
LURAH DESA PONCOSARI SUPRIYANTO – Prioritaskan Penanganan Kawasan Rawan Banjir

SRANDAKAN (MERAPI) - Desa Poncosari, Srandakan merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Bantul rawan bencana banjir. Kondisi ini berakibat sulitnya

Close