DITEMUKAN WARGA DALAM KONDISI KEDINGINAN-Bayi Dibuang Usai Dilahirkan

MERAPI-ABDUL ALIM Bayi laki-laki dirawat di poliklinik desa usai ditemukan menggigil kedinginan.
Bayi laki-laki dirawat di poliklinik desa usai ditemukan menggigil kedinginan. MERAPI-ABDUL ALIM

KARANGANYAR (MERAPI)- Bayi laki-laki ditemukan dibuang di dalam tenggok bambu di teras rumah warga Dukuh Kadiloyo Rt 05/Rw V Desa Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (6/2) pukul 18.00 WIB. Dilihat dari tali pusar yang masih menjuntai, bayi itu dilahirkan melalui persalinan secara mandiri. Saat ditemukan, bayi itu dalam kondisi menggigil kedinginan.
“Semalam, saya dijemput warga desa untuk melihat temuan bayi. Saat itu, bayi tak berhenti menangis. Kulitnya biru-biru tanda kedinginan. Tanpa baju. Kondisinya menunjukkan habis dilahirkan. Ada bercak darah segar. Plasenta masih belum dipotong dan tubuhnya belum dibersihkan, ” ujar Bidan Desa Wonosari, Sri Sayekti kepada wartawan di kliniknya, Rabu (7/2).
Dijelaskan, awalnya bayi tersebut ditemukan pemilik rumah, Sutarni (50) saat dirinya sedang mencari ayamnya yang lepas. Ia sempat ketakutan mendengar suara bayi pada malam hari karena disertai rintik hujan. Setelah memberanikan diri, ia menelusuri sumber suara itu. Ternyata, ada bayi di sebuah tenggok berpenutup kukusan miliknya di teras belakang rumah. Ia pun mengadukan hal itu ke anggota keluarga lain hingga akhirnya bidan desa diminta mengurusnya.

“Begitu badannya sudah hangat dan stabil, baru dilakukan tindakan prosedural, seperti imunisasi. Buang airnya lancar. Berat badan 2 kilogram 2 ons dan panjang 47 sentimeter. Bayi laki-laki ini sehat. Diberi minum susu formula. Ari-arinya dipotong di sini (klinik),” katanya sambil menggendong bayi yang belum dinamai itu.
Kabar temuan bayi mengundang ratusan warga ingin melihatnya. Sebagian menyatakan keinginan mengadopsi bayi tersebut.
Kapolsek Gondangrejo AKP Sugeng Dwiyanto mengatakan, hingga kemarin pelaku pembuangan bayi masih diburu. Meski belum mengetahui identitasnya, namun jejak pelaku bakal terendus melalui penyidikannya. Barang bukti diamankan berupa tenggok dan celana panjang jins yang dipakai alas bayi.
“Kami mengerahkan Babinsa dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata siapa saja perempuan hamil di sekitar sini. Dugaannya, ibu bayi itu bukan warga jauh,” katanya.
Terkait lokasi penemuan, ia menduga pelaku masuk lewat jalan setapak samping rumah saksi atau menerabas pagar tanaman di belakangnya. Ia akan menanyai warga yang beraktivitas di lokasi tersebut jika melihal hal mencurigakan.
“Siang sebelum penemuan itu, banyak orang kerja bakti di sana. Mungkin ada yang melihat sesuatu,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Petani Buah Naga di Sanden Bantul Mulai Garap Sektor Wisata

SANDEN (MERAPI) - Permintaan buah naga dari petani Sanden, Bantul menjelang perayaan Imlek cenderung merosot dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya

Close