CABULI BOCAH SD-Kakek Renta Dituntut 8 Tahun Penjara

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa kakek cabul saat menuju ruang sidang PN Bantul.
Terdakwa kakek cabul saat menuju ruang sidang PN Bantul. MERAPI-YUSRON MUSTAQIM

BANTUL (MERAPI)-Terdakwa kakek cabul, SR alias Suprih (71) warga Srandakan, Bantul dituntut 8 tahun penjara potong masa tahanan dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan di persidangan PN Bantul, Rabu (7/2). Pria renta yang tak bisa berdiri tegak ini didakwa telah mencabuli bocah murid SD tetangganya, Kencur (12-nama samaran).
Dalam persidangan kemarin, Jaksa Ahmad Ali Fikri Pandela SH menjerat terdakwa dengan pasal 81 ayat 1 UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 76 D UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa meminta majelis hakim yang diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH untuk memberikan keringanan hukuman. Tetapi penuntut umum menyatakan tetap pada tuntutannya.
“Majelis hakim belum siap membacakan putusan. Sehingga persidangan ditunda dan dilanjutkan pekan depan,” jelas jaksa Ahmad Ali Fikri Pandela SH, Rabu (7/2).
Dalam persidangan perkara ini, terungkap jika terdakwa melakukan aksi cabulnya pada pertengahan tahun 2017 lalu. Korban dicabuli terdakwa di dalam mobil pikup maupun di dalam teras rumah korban di Poncosari, Srandakan, Bantul.
Pencabulan berawal saat saksi korban pulang sekolah dan dihadang oleh terdakwa. Melihat kondisi yang sepi, terdakwa lalu melakukan pencabulan terhadap saksi korban. Usai melakukan tindakan tersebut, terdakwa mengancam agar saksi korban tak menceritakan kepada siapapun.
Tetapi akhirnya perbuatan terdakwa terbongkar setelah saksi korban menceritakan kejadian yang dialami kepada orangtuanya. Perbuatan terdakwa pun dilaporkan ke polisi dan dia dibekuk aparat. (C-5)

 

Read previous post:
Kamtis Gelar Gathering di Bukit Seroja Wonosobo

SETELAH lama tidak diselenggarakan, Gathering Kamtis kembali digelar. Selama dua hari Sabtu-Minggu, 3-4 Februari lalu, Kamtis Family berbagi ceria dan

Close