PELAKU PERAS KORBAN-Brimob Gadungan Ancam Sebar Foto Mahasiswi Bugil

 MERAPI-SAMENTO SIHONO tersangka DH yang memperdaya mahasiswi beserta barang buktinya diamankan ke Mapolsek Depok Barat.
Tersangka DH yang memperdaya mahasiswi beserta barang buktinya diamankan ke Mapolsek Depok Barat .MERAPI-SAMENTO SIHONO

DEPOK (MERAPI)- Dengan mengaku sebagai anggota Brimob, seorang tukang bangunan, DH (35) warga Ngawi Jawa Timur memperdaya seorang mahasiswi di Yogya. Pelaku membuat akun media sosial palsu kemudian memajang foto orang lain untuk menjerat korban. Setelah korban percaya, pelaku memaksanya bugil lantas foto bugil itu digunakan untuk memerasnya.
Pelaku pun berhasil ditangkap dan sudah ditahan di Mapolsek Depok Barat, Sleman, Selasa (6/2). Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto kepada wartawan kemarin mengatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku membuat akun media sosial palsu dan mencantumkan foto palsu. Melalui akun tersebut, pelaku kemudian mulai mencari sasaran, khusunya perempuan.
Dengan foto-foto ganteng di akun itu, tak sedikit perempuan yang merespons ajakan pertemanan pelaku. Termasuk salah satunya korban BN(20), seorang mahasiswi yang kos di Caturtunggal, Depok, Sleman. Tampang ganteng di foto media sosial pelaku itu membuat korban terlena. Dia pun terperdaya dan kemudian memulai percakapan dengan pelaku melalui WhatsApp. Saat itu pelaku mengaku sebagai anggota Brimob berpangkat Briptu.

“Setelah saling mengenal dan korban percaya dengan pelaku, kedua sejoli ini kemudian melakukan pacaran jarak jauh sejak September 2017,” beber Sukirin. Setelah keduanya berpacaran, kata dia, pelaku kemudian menelepon korban melalui video call. Untuk mengelabui korban, pelaku sengaja menutup kamera depan handpone dengan selotip dan mengaku kalau rusak, agar wajah aslinya tidak diketahui.
Keduanya pun sering melakukan komunikasi dengan video call. Di saat itu, pelaku memaksa korban untuk membuka bajunya. Tanpa menaruh curiga, korban menuruti permintaan pelaku. Saat korban tidak memakai baju itulah pelaku justru merekam gambarnya dan disimpan di HP.
“Screenshot saat korban tidak memakai baju itu kemudian digunakan pelaku untuk memeras korban,” ujar Sukirin. Dijelaskan, dia meminta sejumlah uang sambil mengancam akan menyebarkan foto korban. Tak hanya memeras, pelaku juga memaksa korban berhubungan badan.
Merasa diperalat pelaku, korban kemudian melapor ke aparat Polsek Depok Barat. Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Irwan menambahkan, pelaku dibekuk saat hendak ke Yogya menemui korban pada akhir Januari 2018 lalu.
Saat itu, keduanya janjian ketemu di kawasan Malioboro. Namun korban sudah melapor terlebih dulu. Korban pun mengajak polisi untuk menemui pelaku.

“Keduanya janjian akan bertemu di Jalan Malioboro. Namun sebelum bertemu, pelaku kami tangkap terlebih dulu,” jelasnya.
Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Depok Barat untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa handphone, headset dan baju yang digunakan korban saat melakukan video call.
Kepada polisi, tersangka DH membantah membuat akun palsu tersebut. Ia berdalih akun itu didapat saat ia membeli handphone bekas.
“Saya tidak membuat akun palsu, tapi sudah ada di handphone bekas yang saya beli,” akunya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Depok Barat. Pelaku dijerat dengan pasal 35 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun penjara. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ilustrasi logo Bantul.
Dishub Bantul Bidik Pengelolaan Parkir 10 Pasar Tradisional

  BANTUL (MERAPI) - Sebanyak 10 pasar dari 24 pasar di Kabupaten Bantul hingga kini belum memberikan pemasukan kepada daerah

Close