LAPSUS JIP WISATA-Pangkas Pengangguran, Tingkatkan Perekonomian

Jip wisata menjadi primadona baru wisatawan Yogya.
Jip wisata menjadi primadona baru wisatawan Yogya.

WISATA petualangan menggunakan kendaraan jip makin menjamur di Yogya. Setelah booming di lereng Merapi, kini sejumlah lokasi wisata lain juga menyediakan wahana yang sama. Wisata jip bahkan diklaim bisa memangkas pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga.
Jip Wisata awalnya menjamur di sekitar Lereng Gunung Merapi pada tahun 2011. Dengan mengunakan jip, wisatawan diajak merasakan sensasi melewati jalur ekstreem di bekas aliran lahar erupsi hebat Gunung Merapi pada akhir 2010.
Hingga saat ini, tak kurang dari 29 kelompok yang tergabung dalam Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWL) dengan jumlah armada jip saat ini mencapai 700 unit. AJWL bahkan terbagi dua, yakni bagian barat (wilayah Pakem) dan bagian timur (Cangkringan).
Menurut Ketua AJWL bagian Barat Daldiri, dalam asosiasi ada berbagai kelompok yang mempunyai bascamp tersebar di berbagai tempat.
“Jip wisata mampu meningkatkan perekonomian warga lereng Merapi, setelah erupsi Merapi 2010-2011. Saat ini ada sekitar 700 driver yang bisa mendapatkan rezeki rutin dari jip wisata,” ungkap Daldiri yang rumahnya menjadi bascamp kelompok Jeep KLG Adventure kepada <I>Merapi<P>, baru-baru ini.
Hal senada diungkap Nur Wijaya (Inung) marketing di bascamp Track Adventure. Dia mengatakan, jip wisata lereng Merapi banyak memberi andil perekonomian di kawasan lereng Merapi. Termasuk juga dapat membantu memangkas angka pengangguran. Dia pun mengatakan, promosi lewat media sosial membantu mendatangkan banyak wisatawan.
“Dengan aktif dan bergabung di AJWL akan mendapatkan banyak manfaat, paling tidak mudah di dalam berkomunikasi dengan komunitas lain dan ada rasa persaudaran di antara kita sesama pengelola jip wisata,” tandas Inung.

Sementara itu Dhianto Trihutomo yang tergabung di Alaska Adventure menjelaskan, sopir jip wisata berasal warga warga sekitar lereng Merapi. Mereka berasal dari berbagai profesi, mulai petani, pedagang hingga penambang pasir. Dia mengatakan, rute Merapi Lava Tour dengan jip terbagi dalam beberapa rute, yakni Mini Short (harga standar Rp 250.000), Short (RP 350.000), Medium (Rp 450.000) dan Long (Rp 550.000). “Paling banyak diminati konsumen terutama rute Short,” ujarnya. Sekali narik untuk rute Short, kata dia, sopir biasa mendapat penghasilan kisaran Rp 70.000 setelah dikurangi biaya bensin, kas ke asosiasi dan setoran ke pemilik Jeep.
Salah satu pemilik lima unit jip wisata, Sutadi dan tergabung di KLG Adventure menambahkan, saat musim liburan maupun akhir pekan, para driver dan pengelola akan panen rezeki. Dalam sehari, kata dia, driver jip dapat narik sampai empat kali. Ia yang mempunyai toko besi, saat musim ramai ia juga menyopiri sendiri salah satu jipnya. Ketika ada konsumen memilih rute Long, dia mengatakan pemasukannya pun tergolong lumayan.
“Jip perlu mendapat perawatan maupun pengecekan rutin sebaik mungkin, sehingga jarang rusak dan pengeluaran perbaikan tidak banyak,” terang Sutadi.
Sukses Lava Tour Lereng Merapi membuat sejumlah pengelola wisata lain kepincut untuk membuka wisata jip. Misalnya saja yang dilakukan pengelola wisata di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman serta kawasan wisata Dlingo, Bantul. Koordinator Lapangan Dlingo Adventure Community (DAC) Sugandi mengatakan, di kawasan wisata Dlingo saat ini sudah ada 4 paguyuban jip wisata. Keempatnya melayani jelajah wisata di seputaran obyek wisata Hutan Pinus Mangunan. DAC sendiri menurutnya baru dibentuk pada Agustus 2017 lalu. Baru berjalan selama lima bulan, armada di paguyuban ini sudah berjumlah 20 jip dari awalnya hanya 4 jip saja. Menurut Gandi, pihaknya sengaja membatasi banyaknya jumlah armada agar lokasi wisata tidak penuh dan menghindari persaingan harga yang tidak sehat. “Sudah ada limapuluhan orang yang mau ikut bergabung, tapi kami batasi. Sampai sekarang masih ada saja yang meminta untuk gabung,” terangnya.

Dia mengatakan, antusias warga yang ingin bergabung muncul setelah melihat peminat jelajah wisata dengan jip yang begitu tinggi. Tercatat dalam satu bulan, seluruh jip di paguyubannya melayani hingga 180 perjalanan wisata. Belum lagi peguyuban jip wisata lain melayani jumlah perjalanan wisata yang tidak jauh berbeda. Ketika akhir pekan dan hari libur, satu armada jip menurutnya rata-rata melayani perjalanan wisata 2 hingga 3 kali. Bahkan saat kondisi kunjungan wisata cukup tinggi, bisa melayani hingga 5 kali perjalanan. “Adanya jip wisata ini juga meningkatkan kunjungan wisata sampai 10 persen perbulan,” sebutnya.
Lebih lanjut Gandi menyebut selama 5 bulan pertama ini, pihaknya sudah membuka beberapa paket jip wisata dengan harga yang bervariatif. Disebutkan, paket mulai fun trip dengan harga Rp 250 ribu setiap armada, hingga night trip dan sunrise trip yang dipatok harga Rp 1-1,2 juta setiap armada jip sekali perjalanan. Harga tersebut menurutnya tergantung pada fasilitas yang diberikan kepada pengunjung. Seperti dicontohkan Gandi, untuk paket night trip pihaknya memberikan banyak fasilitas termasuk homestay dan gala dinner. “Semua paket termasuk retribusi masuk obyek wisata,” terangnya.
Di Tebing Breksi, Pengurus Asosiasi Shiva Plateu Breksi, Arif Prihantoro mengaku jika beragam paket yang disuguhkan menjadi alternatif pilihan bagi pengunjung. Pengunjung bisa memilih paket yang disesuaikan dengan keuangan dan kebutuhan wisata. “Untuk memberikan pelayanan prima dan jaminan keselamatan, kami memberlakukan standar operational procedure (SOP) ketat bagi para sopir dan pemilik jip,” jelasnya.(Yan/C1/Abg)

Read previous post:
Menara Tak Berizin Wajib Mendaftar

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan bahwa semua menara telekomunikasi yang belum berizin, wajib mendaftar dalam kurun waktu enam

Close