Pamit Nyuci, Partini Ditemukan Tewas dalam Sumur

Jenazah Supartini setelah dievakuasi. (Merapi-Amin Kuntari)
Jenazah Supartini setelah dievakuasi. (Merapi-Amin Kuntari)

WATES (MERAPI) – Kebingungan Amin, warga Dusun Dukuh, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo, saat mencari istrinya, Supartini (45), Kamis (1/2) akhirnya terjawab. Ibu rumah tangga yang sempat hilang setelah pamit mencuci tersebut, ditemukan tewas di sumur depan rumahnya. Partini diduga terpeleset saat menimba air untuk mencuci.

Peristiwa menyedihkan ini bermula saat Supartini pamit mencuci baju di dekat sumur depan rumahnya, sekitar pukul 06.00 WIB. Setengah jam kemudian, Amin mencari istrinya, namun tidak ditemukan. Ia lalu pergi ke sungai bersama anaknya untuk mencari Supartini. “Dikira mencuci di sungai, tapi di sana juga tidak ditemukan,” kata Panit II Reskrim Polsek Wates, Iptu Suparna.

Sempat bingung lantaran keberadaan Supartini tak juga ditemukan, Amin dan anaknya berinisiatif menengok ke dalam sumur. Namun keduanya tidak melihat apa-apa. Amin dan anaknya kemudian menggunakan galah untuk memastikan kondisi di dalam sumur dan mendapati adanya jenazah Supartini di sana. “Dibantu sanak saudara, anak kandung korban mengevakuasi jenazah ibunya dari dalam sumur,” imbuh Iptu Suparna.

Hasil olah TKP yang dilakukan petugas Polsek Wates menyebutkan, Supartini diduga terpeleset saat menimba air untuk mencuci di sumur sedalam dua meter tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Kesedihan yang sama juga dirasakan keluarga Sadikin Abadi (75), warga Dusun Nggranti Kulon, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates. Lansia tersebut ditemukan tewas di dasar selokan Sungai Serang, diduga lantaran terpeleset usai mencari rumput.

Kapolsek Wates, Kompol Suwantah Sasongko mengungkapkan, tewasnya Sadikin diduga lantaran kehabisan nafas setelah tenggelam di selokan sedalam satu meter. Berdasar keterangan sejumlah saksi, jenazah Sadikin ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB.

“Ada saksi yang melihat sepeda di pinggir selokan, tapi tidak ada orangnya. Dia kemudian memanggil beberapa orang untuk mencari keberdaan pemilik sepeda,” kata Kompol Suwantah.  (Unt)

Read previous post:
KARTUN – Kamis, 1 Februari 2018

Close