Antisipasi Geng Klitih, Polisi Razia Mendadak di Sekolah

Petugas memeriksa barang bawaan siswa di salah satu SMA swasta.
Petugas memeriksa barang bawaan siswa di salah satu SMA swasta.

 WIROBRAJAN (MERAPI) –Pascapenangkapan 28 pelajar yang terlibat geng klitih, polisi Polresta Yogya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah SMA swasta di Wirobrajan, Yogya, Rabu (31/1) siang. Polisi mencari sejumlah anggota geng klitih yang belum tertangkap. Meski tidak menemukan benda maupun obat terlarang, sidak serupa akan terus dilakukan untuk menekan kenakalan pelajar.
Kabag Ops Polresta Kompol Aji Hartanto mengatakan, sidak kali ini dilakukan untuk menindaklanjuti keributan di Jalan DI Panjaitan Mantrijeron Yogya beberapa waktu silam. Seperti diberitakan, keributan tersebut melibatkan sekitar 40 pelajar gabungan dari 12 sekolah. Mereka mengejar pengguna jalan yang berpapasan di Pojok Beteng Kulon. Rumah dan motor korban dirusak, meski mereka tidak saling kenal. Para pelajar ini kemudian digrebek di markas mereka di Wirobrajan.
“Kami menyasar senjata tajam, narkoba dan benda berbahaya lainnya,” kata Kompol Aji.

Di sekolah tersebut, kata dia, polisi menggeledah hingga ruang kelas. Sasaran penggeledahan antara lain tas dan jok motor. Setelah dinyatakan steril dari benda berbahaya, siswa dipersilakan melanjutkan aktivitasnya.
“Harapannya untuk kedepan, terutama kepada pelajar, jangan melakukan hal-hal yang tidak baik dan merusak masa depan karena tidak ada untungnya,” paparnya.
Dijelaskan, Polresta Yogya sudah menempuh berbagai cara untuk antisipasi kenakalan remaja. Sambang wilayah maupun patroli oleh petugas berseragam dan pakaian preman, terus dilakukan. Pendekatan melalui Bhabinkamtibmas juga dilakukan. Tak ketinggalan, pengarahan langsung kepada orangtua maupun siswa. Sayangnya, kejadian kriminalitas yang melibatkan pelajar masih terus terjadi.
“Hal ini menjadi tanggung jawab kita semua. Orangtua wajib memantau anaknya. Jangan biarkan anak keluyuran malam hari,” ucapnya.
Sebelumnya, Kapolresta Yogya Kombes Pol Tomy Wibisono menegaskan, tidak akan beri ampun kepada pelajar yang terlibat tindak kriminalitas. Proses hukum akan ditegakkan sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada toleransi lagi.  (Riz)

Read previous post:
Tersangka DN terlihat tenang saat diamankan ke Mapolsek Jetis, Selasa (30/1) lalu.
Anak yang Bunuh Ayahnya di Bantul Resmi Jadi Tersangka

BANTUL (MERAPI)- Penyidik Polres Bantul akhirnya menetapkan DN (22) sebagai tersangka pembunuhan terhadap ayahnya Sunaryo (65) warga Patalan, Jetis, Bantul,

Close