Anak yang Bunuh Ayahnya di Bantul Resmi Jadi Tersangka

Tersangka DN terlihat tenang saat diamankan ke Mapolsek Jetis, Selasa (30/1) lalu.
Tersangka DN terlihat tenang saat diamankan ke Mapolsek Jetis, Selasa (30/1) lalu. MERAPI-SUKRO RIYADI

BANTUL (MERAPI)- Penyidik Polres Bantul akhirnya menetapkan DN (22) sebagai tersangka pembunuhan terhadap ayahnya Sunaryo (65) warga Patalan, Jetis, Bantul, Rabu (31/1). Sebelumnya, polisi sempat kesulitan menetapkan status tersangka karena DN tak bisa diperiksa mengingat mengalami gangguan jiwa. Kepada polisi, DN beberapa kali mengaku kangen dengan sosok ibunya yang selama ini tidak tinggal bersama dia dan ayahnya.

Motif pembunuhan diduga karena cekcok setelah tersangka marah ditegur ayahnya agar mematikan teve. Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan kemarin menegaskan, penyidik telah menetapkan DN sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap ayahnya, Sunaryo. DN disebutkan telah memenuhi dua alat bukti sehingga penetapan status tersangka pun dilakukan. Tersangka, disebutkan Anggaito saat ini masih ditahan di Mapolsek Jetis. “Sesuai KUHP itu kan ada lima unsur dalam menetapkan status tersangka, kita sudah kantongi 2 alat bukti sehingga sudah cukup,” ujarnya.
Dijelaskan Anggaito, upaya pendalaman kasus ini pun dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga. Saat ditanyakan indikasi gangguan jiwa yang dialami oleh tersangka, Anggito enggan menjawab. Menurutnya, kewenangan tersebut berada di tangan dokter kejiwaan. Namun begitu, kemarin pihaknya sudah menyiapkan surat permohonan pemeriksaan kondisi kejiwaan DN yang ditujukan kepada RSJ Ghrasia, Sleman. “Jadi proses tetap berjalan, yang punya kewenangan menjawab tersangka ini gangguan jiwa atau tidak ya dari rumah sakit nanti. Terus yang berhak memutuskan hukuman pengadilan,” terangnya.

Lebih lanjut Anggaito membenarkan sempat kesulitan saat mencari keterangan dari tersangka. Dia baru bisa bicara ketika diajak mengobrol. Sehingga upaya menggali keterangan dari DN dilakukan tidak seperti interogasi biasanya. Saat dimintai keterangan itu, menurut Anggaito, DN sempat mengaku kangen dengan sosok ibunya yang selama ini tinggal di Lampung.
“Dia (DN) bilang merindukan ibunya, tapi tidak ada dan yang ada di rumah hanya ayahnya saja,” sebutnya.
Atas status tersangka yang diberikan, Anggaito menjelaskan DN dikenakan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.
Seperti diberitakan, Sunaryo (65) ditemukan tewas di rumahnya dengan luka di sejumlah tubuh, Selasa (30/1). Lelaki yang bekerja sebagai mekanik bengkel tersebut diduga tewas setelah dianiaya oleh anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan, Dn (25). Meski demikian polisi sempat kesulitan menetapkan tersangka karena DN sulit dimintai keterangan. dari pengakuan warga dan kerabat korban, pembunuhan itu berawal dari cekcok antara DN dan Sunaryo. Pada Minggu (28/1) malam lalu, Sunaryo menegur pelaku agar mematikan teve. Namun permintaan itu tak diindahkan hingga terjadi cekcok. Puncaknya, diduga pelaku menganiaya korban hingga tewas. DN berhasil diamankan warga saat dia berjalan kaki meninggalkan rumahnya menuju Jalan Imogiri Barat. (C1)

Read previous post:
Pilkada Rusuh Disimulasikan

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Resort Temanggung tidak ingin berpikiran positif pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di daerah tersebut berjalan aman.

Close