Warga Bantul Dibunuh Usai Cekcok dengan Anaknya

Korban Sunaryo dibawa ambulans menuju RS Bhayangkara
Korban Sunaryo dibawa ambulans menuju RS Bhayangkara

JETIS (MERAPI)-Warga Dusun Panjangjiwo, Patalan, Jetis, Bantul geger setelah seorang warga setempat, Sunaryo (65) ditemukan tewas di rumahnya dengan luka di sejumlah badan, Selasa (30/1). Lelaki yang bekerja sebagai mekanik bengkel tersebut diduga tewas setelah dianiaya oleh anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan, Dn (25). Meski demikian hingga semalam polisi belum memastikan pelaku pembunuhan ini.
Setelah kejadian itu, Dn langsung diamankan di Polsek Jetis Bantul. Keduanya juga terlibat cekcok sebelum kejadian ini.
Kepala Dusun Panjangjiwo, Sutiyono mengatakan, peristiwa memilukan itu diketahui sekitar pukul 08.30. Awalnya kemarin pagi dia menuju rumah korban bersama saksi Jilan di tepi Jalan Parangtritis setelah mendengar kabar adanya keributan di rumah Sunaryo. Setelah sampai halaman rumah, Sutiyono mencoba mengetuk pintu sambil melihat lewat kaca sisi depan. Meski sudah berulangkali dipanggil, dari dalam rumah sama sekali tidak ada respons. Karena merasa curiga, Sutiyono berusaha melihat dari balik lubang pintu di sisi selatan rumah. Namun di dalam rumah tersebut sama sekali tidak ada aktivitas hingga membuat saksi makin curiga. “Karena curiga, kemudian saya masuk,” ujarnya.
Setelah sampai di dalam rumah, saksi terkejut melihat Sunaryo terkapar tidak berdaya. Selain sudah tidak bergerak, badan korban juga sudah terlihat membiru. Peristiwa itu langsung dilaporkan Polsek Jetis Bantul. “Begitu saya melihat tubuh korban, saya yakin dia sudah meninggal,” ujarnya. Dijelaskan, selain terdapat luka di kepala, Sunaryo juga mengaku melihat ceceran darah. Polisi yang mendapat laporan ini kemudian datang dan mengevakuasi tubuh korban.
Menurut Sutiyono, sebelum ditemukan meninggal, Minggu (28/1) malam lalu korban dan anaknya terlibat cekcok yang dipicu soal mematikan teve. Korban minta agar teve dimatikan, tetapi sampai pukul 03.00, Dn tidak juga mematikan TV. “Namun apakah perselisihan itu menjadi pemicunya, kami tidak tahu,” jelasnya. Dijelaskan Sutiyono, selama ini mereka hanya tinggal berdua di rumah tersebut.
Terkait kondisi kejiawaan Dn, Sutiyono tidak bisa membeberkan terlalu banyak. Tetapi melihat riwayat hidupnya, Dn diketahui menderita penyakit epilepsi.
Usai kejadian itu, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Bantul melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Olah TKP langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo dan Kapolsek Jetis AKP S Parmin.
Waka Polres Bantul Kompol Mariska Fendi Susanto SH SIK mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya belum bisa memastikan apakah korban Sunaryo dibunuh oleh Dn yang juga anaknya atau bukan. Semua masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun dmeikian, polisi sudah mengamankan Dn untuk diperiksa. “Kami belum bisa menyimpulkan pembunuhan ini dilakukan oleh Dn atau bukan,” ujar Mariska.
Dari pantauan di Polsek Jetis, Dn terlihat santai di ruang penyidik Reskrim. Setiap ditanya penyidik, Dn hanya diam dan menjawab sekenanya.(Roy/C1)

Read previous post:
Minimarket waralaba di Jalan Gambiran beroperasi meski kuota toko modern sudah dibatasi. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 
Minimarket Waralaba Bermunculan, Pemkot Yogya Janjikan Penertiban

UMBULHARJO (MERAPI) - Minimarket waralaba yang beroperasi tanpa izin kembali bermunculan di Kota Yogyakarta. Setelah di Jalan Menteri Supeno, kini

Close