Pelaku Pelemparan Mahasiswi Hamil dari Jembatan Minta Maaf, Ini Pengakuan Selengkapnya

Tersangka Ab dan Yr diamankan beserta barang bukti sepeda motor
Tersangka Ab dan Yr diamankan beserta barang bukti sepeda motor

BANTUL (MERAPI)- Petugas gabungan Polres Bantul dan Polsek Kretek akhirnya mengamankan dua pelaku percobaan pembunuhan terhadap mahasiswi UNS, Septiana warga Gatak, Jotangan, Bayat, Klaten, Selasa (30/1) pagi. Pelaku yang merupakan pacar korban mengaku merencanakan melempar tubuh Septiana dari Jembatan Kretek ke Kali Opak setelah tahu dia hamil. Mereka menyerahkan diri dalam pelariannya ke Jakarta.
Pacar korban yang dibekuk adalah Ab (20) warga Pandanrejo, Banyuripan, Bayat, Klaten. Satu pelaku lain adalah mantan pacar korban, Yr (20) warga Mejan Bayat Klaten. Tersangka Ab, yang juga merupakan guru agama honorer di sebuah SD di Bayat adalah pelaku utama yang mendorong tubuh korban dari jembatan.
Hubungan asmara antara tersangka Ab dan Yr dengan korban Septiana memang cukup pelik. Ab merupakan pacar Septiana saat ini, sedang Yr adalah mantan pacar Septiana. Anehnya, keduanya justru kompak ingin menghabisi nyawa mahasiswi UNS tersebut.
Waka Polres Bantul Kompol Mariska Fendi kepada wartawan, Selasa (30/1) mengatakan, tersangka Ab bahkan sudah berusaha menggugurkan kandungan Septiana sejak usia kehamilannya 12 minggu. Tetapi rencana jahat Ab dan Yr tersebut tidak berhasil, sehingga mereka terus berupaya agar kehamilan korban bisa digugurkan. “Baik Ab dan Yr sebelumnya pernah ada hubungan khusus dengan korban,” ujar Mariska Fendi. Karena kehamilan Sp makin besar, sementara upaya menggugurkan kandungan tidak berhasil, kata Mariksa, akhirnya tersangka merencanakan membunuh Septiana dengan cara didorong dari atas Jembatan Kretek Bantul ke Sungai Opak. Namun usaha menghabisi nyawa korban gagal lantaran dia bisa diselamatkan Tim Dayung Bantul dan SAR Parangtritis Bantul.

Sementara tersangka Ab dan Yr mengakui pernah sama-sama menjalin asmara dengan Septiana. Bahkan keduanya mengaku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. “Saya dan Septiana memang pernah dekat, tetapi sudah lama. Kemudian saat ini Septiana dekat dengan Ab,” ujar Yr. Tersangka Ab menambahkan, dia sudah tahu kehamilan pacarnya itu sejak awal. Bahkan ketika usia kandungan 12 minggu, dia sudah berusaha menggugurkan kandungan dengan berbagai cara, namun usaha itu selalu gagal. Ab mengaku usaha menggugurkan kandungan dilakukan dengan menyuruh korban makan nanas, kemudian dengan ciu hingga obat pelancar menstruasi. Hingga terkahir lewat dukun. “Saat hendak ke dukun tidak jadi karena biayanya mencapai Rp 4 juta. Padahal saya dan Septiana tidak punya uang sebanyak itu,” ujar Ab.
Tersangka Ab mengatakan, sudah dua bulan terakhir ini dia menjadi guru honorer di sebuah SD di Klaten. Oleh karena itu tersangka Ab mohon maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya. Tidak hanya itu, lelaki tiga bersaudara itu juga mohon maaf kepada keluarga besarnya. “Saya mohon maaf kepada bapak dan ibu, keluarga besar saya, terutama kepada keluarga Septiana. Sekali lagi saya mohon maaf,” ujar Ab sambil terisak.
Seperti diberitakan, korban Septiana (20) warga Jotangan, Bayat, Klaten jatuh dari atas Jembatan Kretek, Bantul ke Kali Opak setelah dilempar oleh kekasihnya, Senin (29/1) pagi. Diduga, pelaku berniat membunuh korban setelah tahu gadis manis tersebut hamil 6 bulan. Ajaibnya, meski terjatuh dari ketinggian 14 meter, korban berhasil selamat setelah memegangi ranting pohon kemudian berteri8ak minta tolong.(Roy)

Read previous post:
DANAIS DIY TAHUN 2018 DIJATAH RP 1 T, Capaian Positif Mulai Dirasakan

KASIHAN (MERAPI) - Dana keistimewaan (danais) dari pemerintah pusat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada anggaran tahun 2018 sebesar Rp

Close