Heboh di Kulonprogo, Kakek 90 Tahun Pingsan Disengat Tawon

Mbah Atmo menunjukkan luka di tubuhnya akibat serangan tawon
Mbah Atmo menunjukkan luka di tubuhnya akibat serangan tawon

LENDAH (MERAPI)- Niat Atmo Diryo (90) warga Dusun Jimatan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo untuk memanen kelapa dengan bantuan seorang pekerja, Ngadimin (70) harus berakhir di rumah sakit. Dua lansia ini mengalami luka-luka setelah diserang ratusan tawon ndas di area perkebunan kelapa di Desa Jatirejo, Kamis (25/1). Bahkan Mbah Atmo sempat pingsan akibat snegatan lebah.
Hingga Jumat (26/1), Mbah Atmo masih mendapat perawatan intensif di RS Rizki Amalia Lendah. Kondisinya pun makin membaik. Kepada wartawan, Mbah Atmo mengatakan, sekira pukul 09.00 WIB, dia bersama Ngadimin sedang panen di kebun sebelah rumah. Saat mengumpulkan kelapa yang sudah jatuh, tanpa sengaja Mbah Atmo menyenggol sarang tawon berukuran cukup besar yang ada di ujung anakan pohon kopi setinggi paha orang dewasa. Kawanan tawon itu langsung berhamburan keluar dari sarang dan menyerang sekujur tubuhnya.
“Saya berusaha menyelamatkan diri dengan lari masuk ke rumah. Tapi ratusan tawon tetap mengejar dan menyengat, bahkan menempel di tengkuk saya sampai saya buang pakai tangan,” katanya.
Mbah Atmo mengalami luka sengatan hampir di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, leher, tengkuk, punggung, tangan, hingga kaki. Bahkan saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Mbah Atmo mengaku pandangannya kuning tanpa bisa melihat apapun.
“Badan saya sakit semua, sampai saya pingsan,” terangnya.

Pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan cepat. Mbah Atmo diinfus, diberi antibiotik dan obat anti radang. Meski sudah dua hari dirawat intensif, lansia ini masih merasa belum sehat benar serta belum diperbolehkan pulang.
Keterangan Mbah Atmo diperkuat anaknya, Suwarti (62). Ia sempat mendapati bapaknya mengalami kejang-kejang sesaat setelah diserang kawanan tawon. “Kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” ujarnya.
Selain Mbah Atmo, kawanan tawon juga menyerang pekerja pemetik kelapa, Ngadimin. Beruntung, saat kejadian, ia masih berada di atas pohon kelapa. Ngadimin tidak berani turun sampai serangan kawanan tawon mulai mereda.
“Pas turun, ternyata masih ada tawon yang menyerang dan menyengat tangan. Rasanya senut-senut dan panas, lalu saya diobati sendiri dengan cara diolesi madu,” terangnya. Ngadimin mengaku pernah disengat tawon di kepala. Namun menurutnya, rasa sakit yang ditimbulkan tidak seperti saat ini. (Unt)

Read previous post:
KARTUN – Jumat 26 Januari 2018

Close