Pelaku Penipuan Ditangkap Polsek Sukoharjo

Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto saat gelar perkara menunjukan tiga pelaku penipuan ASN
Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto saat gelar perkara menunjukan tiga pelaku penipuan ASN

SUKOHARJO (MERAPI) – Tiga orang pelaku penipuan dengan menjanjikan korban bisa bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) berhasil ditangkap Polsek Sukoharjo Kota. Akibat ulah pelaku korban menderita kerugian Rp 150 juta.

Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto, Selasa (23/1) mengatakan, tiga pelaku penipuan yakni, ATM (73) warga Wotgaleh, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo Kota, SAN (67) warga Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo Kota dan SUP (56) warga Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari. Sedangkan korban yakni Joko Susilo (53) warga Dukuh Cemetuk, Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari.

Kronologis kejadian bermula saat ATM bertemu dengan SAN yang merupakan pensiunan ASN bercerita bisa membantu orang yang ingin masuk menjadi ASN. Atas cerita ATM tersebut SAN kemudian tertarik dan berusaha mencari orang yang tertarik.

SAN kemudian mengajak ATM untuk bertemu dengan SUP untuk merumuskan cara mencari orang. ATM menjelaskan dihadapan SAN dan SUP bahwa orang tersebut akan dijadikan ASN untuk tambah sulam terhadap ASN yang pensiun.

Ketiga pelaku kemudian mendapatkan korban yang bersedia dijadikan ASN. Namun dengan syarat korban bisa membayar dengan sejumlah uang. Total uang yang dibayar korban kepada pelaku yakni Rp 150 juta. Uang tersebut dibayarkan korban agar anaknya bisa menjadi ASN.

Setelah menerima pembayaran pelaku tidak bisa memenuhi janji kepada korban untuk menjadikan ASN. Korban kemudian berusaha menagih namun tidak kunjung mendapat jawaban.

Salah satu pelaku yakni ATM kemudian melarikan diri ke luar Pulau Jawa. “Pelaku ATM akhirnya bisa ditangkap pada 2 Desember 2017 sekitar pukul 14.00 di rumahnya,” ujar AKP Parwanto.

Petugas kemudian berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni SAN dan SUP. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan seperti kuitansi, handphone dan lainnya.

Salah satu pelaku ATM mengakui perbuatannya telah menerima pembayaran uang Rp 150 juta dari korban. ATM juga mengaku menjanjikan korban bisa menjadi ASN.

“Awalnya ada petugas dari kementerian menjanjikan bisa menjadi ASN. Saya kemudian tertarik dan mencari orang yang bersedia jadi ASN,” ujar ATM.

ATM mengaku uang sebesar Rp 150 juta sudah dibagi dengan dua pelaku lain termasuk orang dari kementerian tersebut.”Saya hanya pakai Rp 25 juta, dua orang lainnya hanya dapat sedikit saja. Paling banyak orang dari kementerian tersebut,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
DPRD Pati Tolak Beras Impor
DPRD Pati Tolak Beras Impor

PATI ( MERAPI ) - Hingga pertengahan Januari 2018, petani di Pati panen padi 9.000 hektare. Luasan tersebut merupakan hasil

Close