EKS BIOSKOP INDRA DIBANGUN SENTRA PKL MULAI MARET – Relokasi Pedagang Malioboro Diseleksi

Gedung bekas Bioskop Indra akan dibangun menjadi Sentra PKL mulai Maret untuk menata PKL di kawasan Malioboro
Gedung bekas Bioskop Indra akan dibangun menjadi Sentra PKL mulai Maret untuk menata PKL di kawasan Malioboro

DANUREJAN (MERAPI) – Pembangunan gedung bekas Bioskop Indra menjadi sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro rencananya dimulai Maret 2018. PKL di kawasan Malioboro nantinya akan diajak duduk bersama dan diseleksi sebelum dilakukan relokasi oleh Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan (PUP) Energi Sumber Daya Mineral DIY, Muhammad Mansur mengatakan, secara konsep tetap intinya eks Bioskop Indra untuk sentra PKL. Setelah bangunan sentra PKL di eks Indra selesai dibangun, sejumlah PKL Malioboro akan dipindahkan.

“Pembangunannya kalau tidak ada halangan, awal Maret sudah kita mulai. Sebulan ke depan kita adakan sosialisasi kepada PKL maupun komunitas di sana seperti andong dan becak. Prinsip kita duduk bareng, berembug bareng,” kata Mansur usai rapat koordinasi pembangunan Sentra PKL eks Bioskop Indra, di Bangsal Kepatihan, Senin (22/1).

Sentra PKL di eks Bioskop Indra akan dibangun 3 lantai. Pada zona lantai dasar untuk makanan kering, lantai satu untuk zona souvenir, lantai dua untuk zona pakaian. Sedangkan pada lantai semi bawah tanah atau basement untuk menampung gerobak dan motor. Selain itu dibangun pula taman kuliner yang terletak di depan sentra PKL.

“Pada basement untuk transit gerobag dagangan PKL. Tapi tidak semua karena kapasitasnya terbatas,” tambahnya.

Pembangunan Sentra PKL di eks Indra menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY tahun 2018 sekitar Rp 44 miliar. Tata kala pembangunan Sentra PKL di eks Indra selama 10 bulan. Luas kawasan bioskop Indra 7.003 meter persegi tapi lahan yang sudah berstatus milik Pemda DIY 5.170 meter persegi.

Dia menyampaikan, dalam rapat koordinasi bersama Pemkot Yogyakarta kemarin disepakati bersama PKL mana yang harus pindah ke eks Indra. Misalnya PKL di depan Kantor Kepatihan dan DPRD DIY perlu direlokasi untuk ditata di eks Bioskop Indra. Namun pihaknya belum dapat memastikan jumlah PKL di kawasan Malioboro yang akan dipindahkan ke Sentra PKL di eks Indra. Termasuk kriteria maupun penyaringan PKL yang akan ditata.

Dia menyatakan hal itu masih perlu dibahas bersama dengan Pemkot Yogyakarta sebagai pemangku wilayah Malioboro. “Prinsip bukan digusur. Tapi menata karena PKL bagian dari kekuatan kawasan Malioboro yang tetap dipertahankan,” papar Mansur.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyatakan akan mengikuti kebijakan Pemda DIY dalam rangka penataan kawasan Malioboro. Pemkot Yogyakarta akan mensosialisasikan kepada para PKL. Menurutnya ada sekitar 780 lebih PKL di kawasan Malioboro. “Nanti ada waktunya sosialisasi kepada PKL. Kami ajak duduk bersama. Kami dengan Pemda DIY intinya lebih ke penataan PKL,” ujar Haryadi. (Tri)

Read previous post:
Barang bukti motor yang ditunjukkan di Mapolres Kulonprogo
Ingin Punya Motor, Pelajar Nekat Nyolong

PANJATAN (MERAPI) - Gara-gara ingin punya motor namun terkendala keterbatasan ekonomi, HD (17), pelajar warga Bojong, Panjatan, Kulonprogo diamankan petugas Polsek

Close