Pelaku Pelemparan Batu yang Tewaskan Taufik Ditangkap, Pelakunya 2 Pelajar

Tersangka beserta barang bukt saat diamankan di Mapolda DIY
Tersangka beserta barang bukt saat diamankan di Mapolda DIY

DEPOK (MERAPI)- Pelaku pelemparan batu di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean, Sleman yang menewaskan Taufik Nurhidayat (38) warga Sidoarum, Godean ternyata dua orang pelajar SMA yang tengah mabuk dan minum pil koplo. Kepada polisi, keduanya mengaku tak kenal dengan korban. Aksi pelemparan itu mereka lakukan karena mengira korban adalah anggota gerombolan klitih.
Kedua tersangka yang diamankan yakni AS (18) warga Gedongtengen Yogya dan AR (19) warga Gedongkiwo Mantrjeron Yogya. Akibat perbuatannya, kedua tersangka yang masih setatus pelajar SMA di Yogya ini harus mendekam di sel tahanan Mapolda DIY.
“Saat ini keduanya ditahan di Mapolda DIY. Keduanya masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik,” kata Wakil Direskrimum Polda DIY AKBP Nugrah Trihadi kepada wartawan, Senin (22/1).
Menurut AKBP Nugrah, kedua tersangka ditangkap pada Sabtu (20/1) malam secara tak sengaja oleh aparat Polsek Umbulharjo, Yogya. Saat itu polisi tengah menyelidiki aksi pencurian dengan kekerasan di sebuah warung burjo di Umbulharjo yang terjadi pada Minggu (14/1) malam.
“Ada laporan polisi aksi perampasan oleh pelaku bersenjata clurit. Mereka merampas ponsel korban yang jajan di warung burjo itu. Saat diselidiki, keduanya berhasil ditangkap. Dan ternyata saat diperiksa, mereka juga mengaku melakukan pelemparan batu di Godean,” jelasnya.

Setelah pengakuan itu, keduanya lantas dibawa ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan.
Kepada polisi, kedua tersangka mengaku awalnya tak berniat menyerang korban. Mereka membawa batu seberat 4 kilogram karena takut jadi korban klitih. Awalnya pada Kamis (4/1) malam, keduanya melintas di Sidomulyo, Godean bermaksud pulang. Karena takut diklitih, tersangka kemudian mengambil batu seberat 4 kilogram.
“Saat itu tersangka dalam pengaruh minuman keras dan obat penenang,” jelas AKBP Nugrah. Sesampainya di lokasi kejadian, ujarnya, tersangka berpapasan dengan mobil Toyota Camry yang ditumpangi korban. Mereka pun langsung melempar batu mengenai kaca depan mobil hingga pecah.
Akibat kejadian itu korban mengalami luka di mata sebelah kanan bengkak, hidung dan bibir robek, mata sebelah kiri memar, dan tulang bahu sebelah kanan patah. Sedangkan tersangka langsung memacu sepeda motor Honda Scopy meninggalkan lokasi kejadian.
“Pengakuan tersangka, mereka takut di-klitih sehingga membawa batu. Saat melihat mobil korban, mereka mengira rombongan motor cah klitih. Lalu mereka melemparkan batu seberat empat kilogram dari arah berlawanan,” katanya.
AKBP Nugrah memastikan aksi yang dilakukan tersangka ini merupakan murni kekerasan. “Aksi ini bukan klitih, tersangka dan korban tidak saling kenal, tersangka mempersiapkan batu itu untuk berjaga-jaga kalau diklitih,” katanya.
Akibat perbuatanya tersebut, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. Sementara tersangka dan barang bukti kini diamankan di Polda DIY.
Seperti diberitakan, kasus pelemparan batu itu terjadi pada Kamis (4/1) malam lalu. Saat itu, korban Taufik Nurhidayat melintas di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean bermaksud pulang ke rumahnya. Sesaat kemudian, dia dibuntuti oleh pengendara motor. Hingga tiba-tiba dari arah berlawanan, seorang penyendara motor melempar kaca depan mobil korban. Entah bagaimana prosesnya hingga tiba-tiba batu itu mengenai kepala korban. Setelah dirawat beberapa hari, korban akhirnya tewas di rumah sakit pada Selasa (9/1).(Shn)

Read previous post:
KARTUN – 22 Januari 2018

Close