Badai Itu Bernama Batu Empedu

Sujud Kendang Meninggal Dunia, Badai Itu Bernama Batu Empedu
Sujud Kendang Meninggal Dunia, Badai Itu Bernama Batu Empedu

SENIN, 15 Januari 2018. Kira-kira pukul 12.30 WIB duka menyelimuti Yogya: Sujud Kendang meninggal dunia. Sebagian menganggapnya kabar hoax, soalnya beberapa kali, musisi besar itu sempat diisukan meninggal. Para seniman yang dikenal dekat dengan Sujud seperti Djaduk Ferianto, Gepeng Kesanakesini, dan lain-lain membenarkan kabar itu melalui unggahan di media sosial. Sang ‘Penarik Pajak Rumah Tangga’ benar-benar berpulang.

Sujud meninggal karena sakit batu empedu. Dirawat selama dua pekan di RSUD dan sempat dioperasi, Sujud punya semangat hidup kuat. Mamik Sunaryati, istri Sujud, mengisahkan bagaimana semangat itu. Sujud minta dibelikan Jeruk Bali dan Es Degan kalau sudah sembuh. “Belum kesampaian meninggal duluan. Dia itu orangnya pekerja keras dan penyayang. Desember 2017 saja masih main (manggung) di UGM,” kenang Mamik.

Musisi yang paling piawai menghubungkan tiap lagu dengan lirik nakal itu punya satu impian yang sampai kini belum bisa ia wujudkan. Sujud ingin membuat toko kelontong untuk Mamik. Satu kendang baru di kediamannya pun belum sempat ia mainkan.

Dua pusaka itu kini dipercayakan pada Djaduk Ferianto, seniman yang memberi gelar Sujud sebagai Pengamen Agung. Dua kendang dan topi yang sering dipakai Sujud ngamen diberikan langsung oleh perwakilan keluarga seusai prosesi pemberkatan jenazah.

Djaduk mengaku kaget sekaligus gemetar ketika menerima dua kendang itu. Kondisi yang wajar mengingat dari kendang ini nama Sujud Kendang dikenal dunia.

“Saya mendapat amanah dari keluarga almarhum Sang Pengamen Agung alat produksi berupa dua buah kendangnya yang selalu menyertainya kalau sedang ngamen dan dua buah topinya. Saya sendiri gemetar menerima ini. Tapi karena ini kehendak almarhum dan keluarga maka pusaka ini akan saya rawat dengan baik. Doakan saya bisa melaksanakan keinginannya, amin,” kata Djaduk.

Kenangan terhadap Sujud mengalir deras ketika pemberkatan dan pemakaman jenazah. Sejumlah seniman, tua dan muda, mengingat Sujud sebagai sosok yang memotivasi. Bagi Djaduk, Sujud adalah seorang pengamen yang tidak malu dengan statusnya. Sujud semasa hidupnya sepenuh hati mengabdi di dunia musik jalanan. Dia juga mengungkap alasan kuat mengapa dia dan kawan-kawannya memberikan penghargaan khusus kepada Sujud tahun 2002 silam.

“Waktu itu saya kasih penghargaan sebagai Pengamen Agung. Saya terinspirasi oleh seorang budhis, biksu dari Kota Nara di Jepang, karena memilih dunianya itu. Dan Pak Sujud konsisten dengan pilihan itu, tidak belok ke mana-mana dari akhir tahun 60-an sampai beliau dipanggil oleh Tuhan. Saya kira beliau sebagai penghibur yang sangat luar biasa,” sambung Djaduk.

Yusak Nugroho, drummer Buktu, Summerchild Trio, Red Pavlov sangat mengagumi Sujud. Bagi Yusak, Sujud adalah bukti bagaimana kejujuran bermusik selalu membawa kebaikan ke semua orang. Ia pun meniru kejujuran musik Sujud Kendang ketika menciptakan karya. “Almarhum secara tidak langsung mengajarkan agar bermusik dengan jujur, apa adanya, dan niat tulus menghibur banyak orang. Apa yang beliau lakukan semasa hidup itu pencapaian tertinggi seorang musisi, nrimo, dan sangat memotivasi kami muda-muda,” kata Yusak.

Begitu juga penabuh perkusi Rubah di Selatan, Ronnie Udara. Baginya Sujud adalah musisi yang mengajarkan bagaimana seharusnya memangku berbagai falsafah Jawa lalu membagikannya ke orang-orang. Ronie sendiri banyak belajar dari Sujud ketika menabuh kendangnya. “Saya selalu berusaha nonton beliau ketika manggung. Saat pikiran ruwet, entah kenapa saat menonton beliau beban saya luruh seketika. Energinya luar biasa dan saya kira belum ada yang menyamainya ketika menghibur orang hanya dengan kendang dan lirik,” kenang Ronie.

Beristirahatlah dalam damai, sang penarik pajak rumah tangga. (Des/Aja)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Prajurit Korem Pamungkas tengah membidik sasaran dalam latihan menembak
DIIKUTI SELURUH KEKUATAN PRAJURIT – Korem Pamungkas Latihan Menembak Pistol Dan Senapan

SELURUH kekuatan personel prajurit Korem 072/Pamungkas, dari tamtama, bintara dan perwira, Jumat (19/1) melaksanakan latihan menembak (Latbak) di lapangan tembak Sentolo,

Close