FKM Unhas Belajar KTR dari Kulonprogo

Kunjungan FKM Unhas diterima Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo
Kunjungan FKM Unhas diterima Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo

WATES (MERAPI) – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berkunjung ke Kulonprogo, Jumat (19/1). Kunjungan ini dilakukan untuk belajar penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kulonprogo.

Project Manager Hasanuddin Contact, Center for Tobacco Control and NCD Prevention, Ahmad Wadi menyampaikan, pihaknya ingin mengetahui bagaimana cara menerapkan KTR di Kulonprogo untuk kemudian dilaksanakan di Makassar. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di Kulonprogo diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Makassar.

“Kami ingin melihat implementasi KTR di Kulonprogo untuk menggali ilmu dan pengalaman,” katanya.

Bendahara Hasanuddin Contact, Hadijah Hasyim menambahkan, pihaknya berharap Bupati Kulonprogo berkenan untuk mengunjungi Makassar. Di sana, Bupati bisa menjadi motivator untuk jajaran pemerintah daerah di tempatnya.

“Jika dalam penerapan KTR ada yang melanggar bagaimana,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penerapan KTR di Kulonprogo lebih mengedepankan kesadaran moril daripada kesadaran hukum. Artinya, yang disentuh adalah moralnya bukan fisiknya. “Untuk melaksanakan KTR, tujuan baik harus dikemas dengan cara yang baik pula,” katanya.

Hasto juga menyampaikan bagaimana pendekatan yang dilakukan, mulai dari pendekatan agama, sekolah dan masyarakat. Langkah-langkah dilakukan secara bertahap hingga mencapai keberhasilan.

Salah satu latar belakang penerapan KTR, menurut Bupati Hasto, yakni adanya keprihatinan tentang belanja rokok yang masih tinggi. Belanja rokok masih menjadi nomor dua yang diutamakan. Di Kulonprogo angkanya bahkan mencapai Rp 96 miliar.

“Berdasarkan penelitian, 97 persen perokok setuju tidak merokok di rumah sakit. Sementara yang bukan perokok, 99 persen setuju tidak adanya orang merokok di rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara di lingkungan masyarakat, sebagian besar setuju tidak adanya merokok di sekolah, tempat ibadah dan tempat umum lain. Bahkan 93 persen perokok menyadari kalau merokok itu boros dan orang yang tidak merokok 92 persen menyatakan bahwa merokok itu boros. “Misal orang tua perokok setuju kalau anaknya tidak merokok,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Jalan penghubung antardusun di Desa Rejosari, Gondangrejo terempas banjir bendungan Kricikan
Bendungan Rejosari Jebol Wahana Wisata Alam Ditutup

KARANGANYAR (MERAPI) - Bendungan Kricikan, Desa Rejosari, Gondangrejo jebol, Jumat (19/1) pukul 03.00 WIB. Ribuan meter kubik air menghancurkan akses

Close