Polres Bantul Bentuk Tim Pembasmi Klitih Bersenjata Lengkap dan Jago Beladiri

Tim khusus untuk kejahatan jalanan saat dikukuhkan di Mapolres Bantul, Kamis (18/1) malam
Tim khusus untuk kejahatan jalanan saat dikukuhkan di Mapolres Bantul, Kamis (18/1) malam

BANTUL (MERAPI)- Sebuah tim khusus yang menangani kejahatan jalanan, khususnya aksi klitih resmi dibentuk oleh jajaran Polres Bantul, Kamis (18/1) malam. Tim khusus ini beranggotakan polisi-polisi pilihan yang dibekali senjata lengkap dan kemampuan mumpuni, termasuk beladiri. Tujuannya tentu untuk menekan tingginya kejahatan jalanan di Bantul.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan, Jumat (19/1) menjelaskan, Tim Opsnal Reskrim Terpadu ini beranggotakan 60 polisi. Saat bertugas, anggota tim berpakaian sipil dan dirahasiakan pergerakannya. Fokus mereka menyasar pembuat onar seperti cah klitih. Dikatakan Anggaito, anggota tim khsus ini juga dilengkapi senjata lengkap dan selalu menggunakan kendaraan dengan kapasitas mesin tinggi. “Hal ini penting untuk melakukan pengejaran pelaku kriminal yang biasanya langsung kabur usai melancarkan aksinya,” jelas Anggaito.
Diungkapkan, tiap anggota juga memiliki kemampuan menangani tindak kejahatan secara langsung dengan keahlian beladiri dan persenjataan. Bahkan selain pistol, anggota tim ini dilengkapi pula dengan senjata api laras panjang. “Anggota tim bisa langsung melakukan penindakan seperti penggeledahan hingga penangkapan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Anggaito menjelaskan, fasilitas dan kewenangan khusus Tim Opsnal Terpadu ini berdasarkan pada surat perintah langsung dari Kapolres Bantul. Tentu harapannya setiap tindak kejahatan jalanan bisa langsung tuntas ditangani tim ini. Selain aksi klitih, tim ini juga menyasar jenis kriminalitas yang lain. Di antaranya pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sebab, ujar dia, aksi pencurian di Bantul menjadi kasus kriminal yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi dan tak kalah meresahkan. Apalagi sebagian pelaku kejahatan ini membawa senjata tajam (sajam) saat melancarkan aksinya. “Sajam ini awalnya untuk menakut-nakuti korban. Tapi kalau pelaku terdesak, biasanya dia nekat melukai korbannya,” imbuh Anggaito.(C-1)

Read previous post:
KARTUN 19 Januari 2018

Close