DIBUNUH PACAR-Gadis Pemandu Karaoke Dibuang ke Sumur dalam Kondisi Sekarat

Pembunuh Sri Iswanti digelandang ke Mapolres Kulonprogo
Pembunuh Sri Iswanti digelandang ke Mapolres Kulonprogo

WATES (MERAPI)- Pembunuh gadis pemandu karaoke, Sri Iswanti (21) di wilayah Dusun Glagah, Temon, Kulonprogo, Ass (43) resmi ditahan aparat Polres Kulonprogo, Kamis (18/1). Kepada polisi, dia mengaku tak merencanakan menghabisi kekasihnya itu. Dia mengaku spontan menyerang korban usai mereka cekcok, lantaran pelaku cemburu korban dekat dengan pria lain. Dalam kondisi sekarat, korban kemudian dilempar ke dasar sumur.
Tersangka Ass kepada wartawan di Mapolres Kulonprogo kemarin mengatakan, dia tak mengira jika kekasihnya itu masih hidup saat dibuang ke sumur.
“Saya ketakutan, saya pikir dia sudah meninggal. Mungkin kalau saat itu buru-buru saya tolong, Sri masih selamat,” ujar Ass. Dia mengatakan, tindakan nekat itu dilatarbelakangi oleh rasa cemburu. Pelaku merasa geram karena Sri dekat dengan laki-laki lain meski mereka telah berpacaran selama lima tahun. Ass sempat berniat menikahi Sri, namun terganjal statusnya sebagai laki-laki beristri.
Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai menambahkan, pembunuhan terhadap Iswanti berawal saat korban dijemput Ass di jalan dekat kos-kosannya pada Rabu (10/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku kemudian mengajak korban jalan-jalan naik motor menuju wilayah Kuloprogo. Di tengah perjalanan, keduanya justru terlibat adu mulut. Pemicunya, pelaku cemburu karena korban dekat dengan pria lain. Ass kemudian menghentikan motornya di Laguna Pantai Glagah dan kembali cek-cok dengan Sri Iswanti. Puncaknya, korban mengeluarkan kata-kata umpatan hingga membuat Ass naik pitam.
“Yang memicu emosi pelaku adalah kalimat korban berisi umpatan,” kata AKBP Irfan.
Dijelaskan Irfan, tersangka yang merasa emosi kemudian mencari batu dan digunakan untuk memukul kepala korban. Mendapat serangan dari kekasihnya itu, korban pun membela diri. Keduanya sempat saling berbalas pukulan. Karena terus diserang kekasihnya itu, Sri berjalan menjauh dari motor. Namun pelaku tetap menyerang dengan melemparkan batu hingga mengenai tengkuk korban. Iswanti pun jatuh tersungkur, terluka di pelipis samping kiri.
“Ini sinkron dengan hasil otopsi. Setelah jatuh, korban tidak bergerak lagi,” kata AKBP Irfan.
Melihat hal itu, Ass pun merasa was-was. Terlebih saat mendapati ada percikan darah di jaketnya. Ia lantas memperhatikan area sekitar dan menemukan lubang sumur yang tertutup bambu. Sumur inilah yang kemudian digunakan untuk membuang tubuh korban.
AKBP Irfan menegaskan, pelaku bertindak seorang diri saat menghabisi nyawa Sri Iswanti. Ia menggeret tubuh korban dari pinggir jalan ke sumur, lalu memasukkan tubuh Sri dari bagian kaki. “Kedalaman air di sumur tersebut sekitar setengah meter. Kondisi korban dimungkinkan masih hidup saat dibuang, karena saat dimasukkan ke sumur tubuhnya sedikit bergerak,” jelasnya. Pelaku dibekuk pada Selasa (16/1)  malam di rumahnya setelah polisi menyelidkinya seminggu. (Unt)

Read previous post:
LastElise.Foto: Swadesta Aria Wasesa
Asyikk, Lagu Tertua LastElise Ada di Album Memorabilia

UNIT Rock Yogya, LastElise ternyata memasukkan lagu tertua di album 'Memorabilia' yang beberapa waktu dirilis ke sejumlah platform dengar musik

Close