POLISI MENILAI ANEH TAPI NYATA – Selasar BEI Ambruk, 77 Orang Luka

POLISI MENILAI ANEH TAPI NYATA Selasar BEI Ambruk, 77 Orang Luka
POLISI MENILAI ANEH TAPI NYATA Selasar BEI Ambruk, 77 Orang Luka

JAKARTA (MERAPI) – Lantai selasar di Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, ambruk Senin (15/1) pukul 12.10 WIB dan mengakibatkan sejumlah pengunjung maupun staf yang bekerja di gedung itu mengalami luka. Peristiwa itu terjadi menjelang penutupan sesi siang indeks harga saham gabungan (IHSG).
Saksi kejadian lantai roboh di Gedung BEI mengatakan, lantai yang roboh berada persis di atas Bagian Informasi sehingga dia memperkirakan yang mengalami luka parah adalah karyawan di bagian tersebut.
“Lantai yang roboh di atas bagian informasi, resepsionis. Saya sendiri tidak tahu bagaimana keadaan mereka karena setelah itu banyak debu sehingga tidak terlihat,” kata Tetty Siahaan, salah seorang saksi yang juga korban, saat ditemui di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, Senin.
Tetty mengatakan setelah kejadian lantai roboh itu semua orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Dia sendiri bersembunyi di bawah meja sehingga tidak mengalami luka serius.
Tetty menilai pengelola tampaknya cukup melakukan perawatan terhadap Gedung BEI. Dia yang bekerja di salah satu perusahaan yang menyewa ruangan itu menyebut tidak terdengar atau terlihat tanda-tanda akan terjadi lantai roboh.
“Setelah kejadian juga air pemadam kebakaran langsung menyala. Sepertinya pengelola gedung cukup melakukan perawatan,” tuturnya.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, jumlah korban luka akibat robohnya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia sebanyak 77 orang yang terdiri atas 75 orang dirawat di RS dan dua orang diperbolehkan rawat jalan.
“Korban luka atau trauma tumpul atau patah tulang akibat robohnya selasar BEI berjumlah 75 orang. Dua orang sudah rawat jalan,” kata Irjen Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
Ia merinci jumlah tersebut, yang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintoharjo ada 17 orang, di RS MRCCC Siloam Semanggi ada 31 orang, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) 7 orang dan Rumah Sakit Jakarta 20 orang.
Polisi menilai peristiwa ambruknya selasar di Tower II gedung BEI sebagai <I>freak accident<P> atau kecelakaan yang aneh. Polisi akan menyelidiki faktor penyebab ambruknya selasar dengan memeriksa blueprint gedung dan kontraktor.
“Kalau orang Barat biasa sebut freak accident, kejadian aneh, ‘nggak mungkin ah, tapi kejadian’. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu, ini menurut saya aneh tapi nyata,” kata Kadiv Humas Polri.
Setyo menjelaskan dalam blueprint akan terlihat gedung BEI dibangun dengan kekuatan yang bisa bertahan berapa tahun. Jika bagian gedung roboh lebih cepat daripada batasan usia yang ditentukan, wajar bila ada kemungkinan kecerobohan pemeliharaan gedung.
“Bangunan punya blueprint. Pasti ada kekuatannya untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun (sudah roboh), lah ini ada apa. Pertanyaannya seperti itu,” ujar Setyo.
Kepala Pengembangan Bisnis Rumah Sakit Siloam Semanggi Triana Tambunan mengatakan korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut sebanyak 30 orang. Dari 30 orang itu, tiga orang diduga mengalami patah tulang, satu orang patah tulang dan lainnya masih perlu dievaluasi. “Semua korban datang dalam kondisi sadar. Beberapa sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Pengelola Gedung BEI belum dapat memastikan penyebab kanopi ambruk yang melukai sejumlah orang. “Kami belum bisa sampaikan detil penyebab kejadian dan jumlah korbannya,” kata pengelola Gedung BEI Farida Riyadi di Jakarta.
Farida mengatakan, pihak kepolisian masih mengevakuasi korban dan menginvestigasi penyebab kejadian tersebut. Ia menyayangkan musibah itu karena kejadian mendadak ketika lantai Mezanin Tower II BEI runtuh sehingga menimbulkan korban luka. (*)

Read previous post:
Tersangka (dua dari kiri) digelandang Tim Buser Polsek Banguntapan usai disergap di wilayah Gowok
PELAKU DIBEKUK DI TENGAH KAMPUNG – Pura-pura Ditabrak, Perampok Rampas HP

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Aksi perampokan dengan modus pelaku yang pura-pura terlibat kecelakan lalulintas terjadi di Banguntapan, Bantul. Pelakunya, Pm (31) warga Sitimulyo,

Close