24.000 Kartu Tani Dibagikan Pada Petani

24.000 Kartu Tani Dibagikan Pada Petani
Sebanyak 24 ribu keping kartu tani sudah dibagikan pada petani Sukoharjo

SUKOHARJO (MERAPI)  Petani diberi batas waktu sampai akhir Januari 2018 mendaftar ke penyuluh pertanian untuk mendapat kartu tani. Tercatat sampai sekarang sudah dibagikan sebanyak 24 ribu dari total perencanaan sekitar 50 ribu keping kartu tani. Kartu tani rencananya bisa digunakan petani sekitar Februari sambil menunggu kesiapan mesin Electronic Data Capture (EDC) dari pemerintah untuk dibagikan ke pengecer pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (14/1) mengatakan, penggunaan kartu tani di Sukoharjo masih dalam persiapan. Sejak pertengahan tahun 2017 lalu sudah dilakukan sosialisasi, pendataan dan pembagian kartu tani. Penggunaanya sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2018.

Sampai sekarang baru terdata dan dibagikan sebanyak 24 ribu keping kartu tani. Petani yang sudah mendapatkan berasal dari semua wilayah di Sukoharjo. Jumlah tersebut diakui Netty masih jauh dari total perencanaan awal sekitar 50 ribu keping kartu tani.

Kendala yang dihadapi yakni berkaitan dengan pemilik sawah bukan berasal dan tinggal di Sukoharjo. Sawah tersebut hanya disewakan kepada petani penggarap. Petugas saat melakukan pendataan hanya menemukan petani penggarapnya saja. Sedang saat dilakukan pengecekan ke alamat pemilik tanah tidak ditemukan.

“Kata petani penggarap pemilik tanah tinggal di Solo. Saat kita datangi ternyata tidak ada orangnya dan alamatnya juga tidak jelas. Itu kendala terbesar. Jadi kami minta sampai akhir Januari petani dan khususnya pemilik sawah bisa segera mendaftar,” ujar Netty Harjianti.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo pada dasarnya sudah memiliki data tanah sawah atau lahan pertanian. Namun pemiliknya belum diketahui keberadaanya. Selain faktor tinggal di luar Sukoharjo beberapa diantaranya sudah meninggal dan diberikan ke ahli waris.

Batas waktu pendaftaran sengaja diberikan sampai akhir Januari mengingat sudah banyak kartu tani dibagikan ke petani. Para petani juga meminta untuk segera bisa menggunakan kartu tani yang diterima. Salah satu fungsinya yakni membeli atau mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sampai sekarang persiapan penggunaan kartu tani masih dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Salah satunya yakni berkaitan dengan kesiapan mesin EDC di pengecer. Tanpa alat tersebut penggunaan kartu tani mengalami kesulitan akses.

Mesin EDC sangat diperlukan sebagai media untuk mengetahui data pemilik katu tani. Seperti nama, alamat dan jumlah pupuk bersubsidi yang akan diberikan pemerintah pada petani.

“Persiapan juga kami lakukan berkaitan dengan pendataan petani yang belum masuk dalam data Sistem Informasi Manajemen Pertanian Indonesia (SIMPI),” lanjutnya.

Petani asal Kartasura Widodo mengatakan, sudah memiliki kartu tani yang diterima pada Desember 2017 lalu. Namun sampai sekarang kartu tani tersebut belum bisa digunakan.

“Katanya petugas harus tunggu mesin EDC dulu di pengecer. Tanpa alat itu petani tidak bisa mengakses,” ujarnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Gedung Terpadu Kantor Setda Sukoharjo Mulai Dibangun
Gedung Terpadu Kantor Setda Sukoharjo Mulai Dibangun

SUKOHARJO (MERAPI) - Pembangunan Gedung Terpadu Kantor Setda Sukoharjo akhirnya dimulai. Kepastian diketahui setelah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan, Minggu

Close