Siswi SMA Muntah Darah Usai Dicekoki Miras dan Dicabuli

BANTUL (MERAPI)- Seorang siswi SMA swasta di Bantul, Rh (16) melapor ke polisi, Rabu (10/1) setelah dicabuli oleh lelaki yang baru dikenalnya, Nk warga Kota Yogyakarta. Sebelum dicabuli, korban dipaksa masuk ke rumah karaoke di kawasan Pantai Samas Srigading, Sanden, Bantul dan dipaksa menenggak minuman keras sampai muntah darah.
Hingga kemarin, pelaku masih diburu aparat Polres Bantul.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK SH didampingi Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bantul Bripka Mustofa Kamal SH kepada wartawan kemarin mengatakan, peristiwa memilukan itu terjadi pada pertengahan Desember 2017 lalu. Awalnya, korban berkenalan dengan pelaku lewat media sosial pada pertengahan Oktober 2017. Setelah perkenalan itu, komunikasi keduanya makin intensif. Selanjutnya pelaku dan korban sempat bertemu di sebuah rumah makan di Jalan Parangtritis, Bantul pada awal Desember lalu. Setelah pertemuan itu, hubungan keduanya makin dekat meski tidak ada jalinan pacaran.

Anggaito mengungkapkan, kemudian pada tanggal 16 Desember 2017, pelaku mendatangi rumah korban di Yogyakarta dengan tujuan untuk diajak jalan-jalan. Karena sudah kenal, siswi kelas tiga SMA tersebut tidak keberatan dan setuju. Pelaku kemudian membawa korban ke kawasan Pasar Seni Gabusan Jalan Parangtritis Sewon Bantul. Di Pasar Seni Gabusan itu korban dan pelaku sudah ditunggu sepasang lelaki dan perempuan yang merupakan teman pelaku. “Selanjutnya pelaku mengajak korban ke kawasan Objek Wisata Pantai Samas Srigading Sanden Bantul,” jelas Anggaito.
Bripka Mustofa Kamal SH menambahkan, selama dalam perjalanan menuju Pantai Samas, korban sudah merasa curiga dengan ulah cowok kenalan barunya itu. Namun korban tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab setiap korban bertanya hendak dibawa kemana, pelaku membentak. “Puncaknya ketika pelaku menyita handphone milik korban sambil mengancam. Korban pun ketakutan,” ujar Mustofa Kamal.
Setelah handphone disita pelaku, ujar Mustofa, korban sama sekali tidak berdaya. Pelaku kemudian membawa korban bersama dua teman lainnya menuju Pantai Samas.

Setelah sampai, tanpa ragu pelaku langsung masuk ke salah satu rumah penyedia ruang karoake. Di dalam kamar karaoke itu korban dipaksa menenggak minuman keras. Menurut Mustofa, awalnya permintaan itu ditolak korban, namun pelaku mengancam handphone tidak dikembalikan jika menolak menenggak miras. Karena terus dipaksa, akhirnya pertahanan siswi tersebut runtuh. Usai menenggak miras, korban pun dicabuli. “Korban masih sadar dan bisa menolak ketika pelaku ingin berbuat terlalu jauh, tetapi memang sudah diperlakukan tidak senonoh” ujar Mustofa. Sekitar pukul 22.00, lanjutnya, pelaku keluar rumah karaoke untuk mengantar korban. Sesampainya di rumah, perempuan itu muntah darah. “Setelah diperiksa di rumah sakit, muntah darah itu akibat pengaruh miras,” ujarnya.
Tak terima dengan ulah pelaku, korban bersama keluarganya kemudian melapor kepada polisi. Hingga kemarin, polisi masih memburu pelaku.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Suasana road shor dan media tour Endank Soekamti di Jakarta meriah. Foto: Dokumentasi Endank Soekamti.
ENDANK SOEKAMTI – Jalani Media Tour dan Roadshow Salam Indonesia 2018

DI mulai Jumat (5/1/2018) lalu kelompok musik Endank Soekamti memulai perjalanan media tour dan roadshow Salam Indonesia di Jawa dan

Close